Minggu, 17 Maret 2019

Review Film Wonder Park (2019), Animasi Keren untuk Anak-anak dan Keluarga

Simak ulasan review film Wonder Park dalam bahasa Indonesia berikut ini!

SinduLin.web.id – Kali ini kami akan mencoba mereview salah satu film animasi terbaru tahun 2019, yaitu Wonder Park. Dalam artikel sebelumnya kamu juga bisa membaca review film The Kid Who Would Be King (2019).

Baca ulasan film Wonder Park Bahasa Indonesia

Sinopsis Wonder Park (2019)


Genre :Animasi/Petualangan/Komedi
Durasi :1 jam 25 menit
Sinopsis:

June (Brianna Denksi) merupakan seorang anak perempuan jenius yang memiliki imajinasi yang sangat luas. June dan ibunya mempunyai taman bermain dalam imajinasinya yang berhasil ia ciptakan berkat bantuan sang ibu dan ayahnya.

Suatu saat ibunya sakit, semenjak itulah, ia tidak melanjutkan imajinasinya dan melupakan Wonder Park.


Review Film Wonder Park (2019)


Taman bermain memang menjadi salah satu tempat yang menyenangkan untuk menyegarkan kembali pikiran. Berharap demikian, nyatanya Wonder Park tak lebih dari sekedar kartun selingan di bioskop.

Tak ada yang spesial dari segi cerita maupun gambaran dunianya. Memang terlihat ramai dengan menggunakan taman bermain sebagai setting, tetapi saya merasa hampa di sebagian besar adegannya. Wonder Park seperti dibuat hanya untuk mereka yang berusia sangat muda.

Selasa, 19 Februari 2019

Review Film Cold Pursuit (2019), Film Aksi Terbaru Liam Neeson

Yuk simak ulasan review Cold Pursuit di bawah ini!

SinduLin.web.id – Setelah sebelumnya kami mengulas kelebihan dan kekurangan film Glass (2019), kali ini kami akan mencoba me-review film yang sedang tayang di bioskop-bioskop Indonesia, yaitu Cold Pursuit.

Review Film Cold Pursuit (2019), Film Aksi Terbaru Liam Neeson
Sinopsis dan Review Film Cold Pursuit (2019)

Film keren yang rilis sejak  8 Februari 2019 ini merupakan hasil karya sutradara Hans Petter Moland. Cold Pursuit sendiri adalah sebuah film remake dari film Norwegia yang berjudul In Order of Disappearance (2014). Film tersebut juga disutradarai oleh Moland.

Nah, bagi kamu yang penasaran dengan film ini, yuk langsung saja disimak review Cold Pursuit dalam bahasa Indonesi di bawah ini:


Sinopsis Cold Pursuit


Cold Pursuit adalah sebuah film yang berkisah mengenai seorang pria bernama Nelson Coxman, dia adalah pengemudi bajak salju di resor ski Colorado yang mewah di Kehoe.  Tempat tersebut baru saja mendapat penghargaan "Citizen of the Year".

Nelson Coxman merasa terganggu saat putranya meninggal dunia akibat overdosis heroin. Coxman   merasa depresi dan berniat melakukan bunuh diri, namun dia malah mengetahui bahwa sebenarnya anaknya tewas karena dibunuh kartel narkoba. Apakah yang terjadi selanjutnya? Jawabannya dapat kamu temukan sendiri dalam film Cold Pursuit!



Review Film Cold Pursuit Bahasa Indonesia


Cold Pursuit bukan sebuah film remake yang buruk dari In Order of Disappearance (2014). Keduanya punya kelebihan & kekurangan masing-masing, serta tak banyak memberi perbedaan mengingat kedua film sama-sama ditunggangi Hans Petter Moland.

Minggu, 17 Februari 2019

Review Drakor Memories of the Alhambra (MotA) Bahasa Indonesia

Yuk baca revew drama korea Memories of the Alhambra di bawah ini!

Review Drakor Memories of the Alhambra (MotA) Bahasa Indonesia
Review Drakor Memories of the Alhambra (MotA) Bahasa Indonesia

SinduLin.web.id – Sebelumnya kami sudah me-review drama korea City Hunter, kali ini kami akan membahas drama korea terbaru 2019 yang tidak kalah keren, yaitu Memories of the Alhambra. Simak deh ulasan lengkapnya di bawah ini!


Review Drama Memories of the Alhambra


Film Memories of the Alhambra (MotA) dibuka dengan meyakinkan dan menarik perhatian bagi mereka yang menyukai dunia game, khususnya tipe RPG.

Istilah party, grinding, GB, sampai dungeon pun digunakan untuk menciptakan dunia gamenya. Namun lambat laun Saya menyadari bahwa penulis naskahnya tak benar-benar paham akan dunia game.

Semakin mendekati akhir, dunia game terlihat makin monoton. Tak semenarik saat Jin-Woo masih berada di level rendah. Bahkan seiring meningkatnya level, Saya tak merasakan kesulitan game yang ikut bertambah.

Jika drama korea Memories of the Alhambra bisa sedikit menahan diri, mungkin Saya juga bisa menikmati sisi dramanya. Drama ini sejatinya tak memerlukan bumbu percintaan, karena kisah persahabatan 3 prianya jadi tidak digali dan ditampilkan dengan baik.

Akhirnya dampak kisah Jin-Woo dan Hee-Joo yang tidak penting itu mempengaruhi perasaan saya dalam menerima penyelesaian cerita utamanya. Konflik yang dibangun oleh Yoo-Ra juga terkesan dipaksa sehingga cerita menjadi sesak dan menyiksa. Terlebih lagi, penyelesaiannya tidak memberi kejutan apa-apa.

Meski begitu, drakor Memories of the Alhambra dibuat berbeda dari drama lain. Tak banyak menyelipkan original soundtrack ke dalam adegan cerita, dan anehnya suara Ailee tetap terngiang di kepala sampai akhir episode.

Review Drama Memories of the Alhambra Indonesia
Review Drama Memories of the Alhambra Indonesia

Di sisi lain, teknis pengambilan gambar film ini memang menarik karena mengangkat tema ‘game’, tetapi tidak dengan efek visualnya yang sering bocor – khususnya dalam memberi efek cuaca. Lanskap Granada yang indah gagal dimanfaatkan, terlalu banyak menyorot produk sponsor, hingga tak memperhatikan detail-detail dalam membangun suasana cerita.

Tukang kayu mana yang tidak tertawa melihat bengkel milik Hee-Joo? Terlalu modern dan tidak sehat. Bahkan adegan yang menekankan bahwa ia seorang pakar gitar pun hanya adegan menyerut kayu yang sama berulang-ulang.

Alur maju-mundurnya juga dibuat untuk memperpanjang durasi dan mengulur cerita. Sayang sekali~


Demikian pembahasan review drakor Memories of the Alhambra dalam bahasa Indonesia. Bagaimana pendapatmu mengenai drama korea satu ini?

Review Film Antologi Rasa (2019)

Yuk kita ulas kelebihan dan kekurangan film Antologi Rasa!

SinduLin.web.id – Setelah sebelumnya kami me-review film Mata Batin 2, kali ini kami akan membahas film Indonesia terbaru lainnya yang tayang pada tahun 2019, yaitu Antologi Rasa. Film bergenre romantis ini dijamin bakal bikin kamu baper. Penasaran? Simak deh review lengkapnya di bawah ini!


Review Film Antologi Rasa (2019)


Baca review Antologi Rasa (2019)
Baca review Antologi Rasa (2019)

Antologi Rasa hadir di hari Valentine tahun 2019 untuk memberi rasa pahit dan manis bagi mereka yang menemukan, namun tak bisa memiliki.

Sebuah drama cinta segi-empat - tidak segi-empat banget sebenarnya - yang sederhana dan bagi saya tidak membawa banyak hal baru. Kejutan untuk Kami adalah bagaimana penampilan Herjunot Ali berubah dari sosok yang tidak saya suka, menjadi sosok yang luar biasa setelah setengah cerita berlalu.

Jumat, 15 Februari 2019

Review Film Peppermint (2018) Bahasa Indonesia

Berikut merupakan review film Peppermint dalam Bahasa Indonesia


SinduLin.web.id - Kami menyaksikan film Peppermint (2018) karena terdorong rasa penasaran. Skor di Tomatometer-nya memang tidak tertolong, tapi jujur saja kalau kami terpikat dengan trailer dan posternya. Nah, yuk mari kita bahas review film Peppermint di bawah ini:

Review Film Peppermint (2018) Bahasa Indonesia

Review Peppermint (2018) Bahasa Indonesia


Film Peppermint memang tidak istimewa, tidak menawarkan hal yang baru dan segar, dan tidak memberikan pengalaman sinematik yang seru. Hal menariknya mungkin hanya sebuah twist kecil perihal turunan antagonis pertamanya. Dan, mungkin penampilan Garner juga layak dipuji sedikit.

Menonton Peppermint seperti melihat banyak referensi film serupa yang dipaksa menjadi satu. Adegan klimaksnya jelas sekali mirip First Blood (1982), namun lebih lembut.

Semua aksi dalam film Peppermint terasa tanggung, tidak mengerikan tapi dibilang aman untuk anak-anak juga tidak. Andai kisah keluarga North dibangun dengan lebih hangat dan erat, mungkin saya bisa berempati dengan karakter Riley sehingga setiap aksi bar-barnya lebih bermakna.

Jennifer Garner juga tidak jelek banget sih, hanya saja mengingatkan saya pada penampilan Halle Berry di film aksi yang flop, Kidnap (2017).

Penampilan bagusnya jadi ketutupan dengan buruknya cerita. Jadi jengkel bukan kepalang dari pada ikut berduka. Selain latar belakang karakter yang lemah, bagian penyelidikannya juga salah sasaran. Lebih menarik andai penyelidikannya dilakukan kepada antagonis dari pada si protagonis.

Peppermint memang diciptakan untuk menumpahkan darah semata. Penonton tidak perlu berpikir keras untuk memahami isi cerita.

Sinematografi yang biasa saja semakin meyakinkan Kami kalau film ini layak diberi sertifikat tomat busuk.

Sayang banget itu muralnya tak bermakna apa-apa. Bahkan sebutan malaikatnya pun tak punya narasi menarik.


Itulah pembahasa singkat mengenai film Peppermith. Jika kamu sudah menonton film ini juga, bagikan pendapatmu di kolom komentar ya...

Rabu, 06 Februari 2019

Review Film Glass (2019), Semakin Seru dan Menegangkan

SinduLin.web.id – Setelah sebelumnya kami membahas rekomendasi anime thriller terbaik, dalam postingan kali ini kami akan mengulas tentang film Hollywood terbaru 2019, yaitu Glass. Penasaran? Langsung saja disimak review film Glass dalam bahasa Indonesia berikut ini!


Review Film Glass (2019) Bahasa Indonesia


Review Film Glass (2019), Semakin Seru dan Menegangkan
Apa bagusnya film Glass?

Tidak hanya menyucikan nama Bruce Willis dari film-film buruknya selama beberapa tahun terakhir. Glass (2019) membuat semuanya menjadi masuk akal dan memberi panggung luar biasa kepada Elijah Price.

Keseruannya naik-turun, tapi tidak signifikan. Setiap misteri yang coba diungkap membawa rasa penasaran ini ke mana pun Shyamalan mau. Glass adalah film superhero yang membuang jauh-jauh khayalan untuk sebuah realita yang menyakitkan.

Sejak awal, Glass sudah kental akan rasa Unbreakable (2000). Menggelegar karena menampilkan salah satu pertarungan yang ditunggu selama 2 dekade terakhir. Lalu keseruannya memang menurun karena adegan interogasinya dibuat dengan ‘malas’.

Tapi buat saya tetap menyenangkan sebab setiap karakter dibedah dengan ilmu eksak, begitu juga dengan kisah superhero dalam komik. Investigasi-investigasi kecil yang diselipkan juga seru loh! Casey, Joseph dan Ibu Price menjadi sidekick yang berpengaruh banyak dengan penampilan yang dibangun pada 2 film sebelumnya.

Jika kalian tidak mengikuti cerita sebelumnya, film ini memang akan terasa tanggung dan meninggalkan cukup banyak tanda tanya. Buat kami, cerita ini menghibur dengan konsep anti-hero yang menarik banget!

Shyamalan membuka mata saya lebar-lebar untuk sebuah akhir yang memberi kejutan tanpa henti. Emosional karena asumsi yang dibangun 19 tahun ini dipatahkan oleh latar belakang karakter yang menohok hati. Rasa sakit itu ada karena diciptakan, lalu berkembang menjadi hal yang tidak bisa dikendalikan. Damn!

Bagi kami, penutup ini punya banyak hal menarik untuk dibahas dan didiskusikan alih-alih dianggap ambisius dan aneh.




Menciptakan kisah nyata pahlawan super memang mustahil, dan Shyamalan membuktikan kemustahilan itu dengan twist-nya. Penampilan McAvoy makin gila, begitu juga Jackson. Tak jarang mereka menyalurkan rasa mengerikan kepada saya lewat penampilannya.


Review Film Glass oleh Admin 2


Tidak seperti biasanya untuk proyek M. Night Shyamalan, twist plot nyata di Glass datang bukan di akhir film tetapi sekitar setengah jalan, ketika Anda menyadari itu tidak akan menjadi lebih baik dan pada kenyataannya semakin buruk dari menit ke menit.