Sabtu, 05 Januari 2019

Review Film Papillon (2017), Kisah Menarik Manusia di Balik Jeruji Besi


Inilah ulasan dan review Papillon (2017), film yang memperlihatkan sisi gelap penjara!

Review Film Papillon (2017), Kisah Menarik Manusia di Balik Jeruji Besi

SinduLin.web.id – Kali ini kami akan me-review salah satu film terbaru tahun 2017 yang menarik, yaitu Papillon. Film yang diangkat dari kisah nyata Henri ‘Papillon’ Charrière ini cukup menarik dan kami rekomendasikan untuk kamu tonton. Yuk langsung saja kita simak review film Papillon (2017) dalam bahasa Indonesia berikut!


Review Film Papillon (2017)


Papillon (2017), memperlihatkan sisi manusia dari balik jeruji besi penjara neraka, Devil’s Island di French Guiana. Film yang diangkat dari kisah nyata Henri ‘Papillon’ Charrière ini adalah adaptasi kedua setelah adaptasi di tahun 1973.


Papillon menampilkan sisi mengerikan penjara dengan baik dan berani. Aaron Guzikowski (screenplay) nampaknya tahu betul bagaimana menulis kisah yang tak mudah ini. Memang tidak sempurna, tetapi sangat menghibur!

Review Film Papillon (2017), Kisah Menarik Manusia di Balik Jeruji Besi

Meski menampilkan kandang hukuman para begundal, film ini sangat memanjakan mata sekaligus mengajak saya mengenal dunia di tahun 1930-an. Mengenal salah satu penjara terkejam, jahat dan ketat. Semakin menarik kala kita disajikan dialog dan adegan-adegan yang ‘penjara banget’!

Pemerasan, suap, pembunuhan, usaha kabur, benar-benar menjadi komponen yang menggerakan film ini menuju hal yang baik. Apalagi Noer (sutradara) cukup berani dalam menampilkan adegan kekerasan. Hell yeah!

Penampilan Charlie Hunnam dan Rami Malek di sini bagus banget! Chemistry-nya sangat membantu saya untuk merasakan apa yang mereka rasakan di sana.

Ada cukup banyak scene mereka yang memorable, seperti adegan di lumpur pemandian misalnya. Tapi, harus saya akui bahwa film ini gagal dalam mengeksploitasi perasaan Papillon kala harus diisolasi selama dua tahun. Bisa jadi karena latar belakang karakter-karakternya ditinggalkan demi fokus ke kehidupan penjara.

Meski kuat di pembukaan hingga ke klimaks, film ini ditutup dengan tidak terlalu istimewa. Mungkin karena terlalu banyak pertanyaan di kepala saya yang belum terjawab. Mungkin karena saya bisa menebak akhirnya.

Tetapi Papillon sangat menghibur secara keseluruhan. Bikin gemes, cemas dan haru perasaan saya. Sayang, karena tayang terbatas saya jadi kesulitan untuk pergi melihat di bioskop.


Demikian ulasan dan review film Papillon dalam bahasa Indonesia. Apakah kamu sudah menonton film ini? Berikan pendapatmu di kolom komentar...


Loading...

Related Posts

0 komentar: