Jumat, 04 Januari 2019

Review Film Love For Sale (2018)


Simak ulasan dan review film Love For Sale di bawah ini!

SinduLin.web.id – Setelah sebelumnya kami me-review film Asal Kau Bahagia, kali ini kami akan mengulas film Indonesia keren lainnya yaiut Love For Sale. Film tentang apakah ini? Jika kamu penasaran, langsung saja disimak pembahasan review film Love For Sale setelah tanda titik dua berikut:


Review Love For Sale


Review Film Love For Sale (2018)


Bukannya cinta itu buta ya? Membiarkan kamu membenarkan yang salah atau membuat kamu tidak banyak menggunakan otak. Seperti Richard, yang dibutakan cinta sampai menjadi bujang lapuk. Tak membiarkan ada cinta yang masuk ke dalam dirinya.

Setidaknya kamu bisa memahami itu lewat karakternya yang sensian, kesepian, pemilih, suka menulis puisi. Semua kebiasaan yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang menyimpan duka.

“I'm not broke I'm just a broken hearted man”. Ya, Richard bukan bujang lapuk yang miskin. Hanya hatinya yang miskin. Apalagi Gading – yang baru pertama kali menjadi tokoh utama – memerankannya dengan sangat baik.


Penampilan fisiknya saja sudah menggelikan dan membuat saya memberi empati tanpa disadari. Chemistry-nya bersama Della Dartyan juga acapkali membuat sudut bibir saya terangkat dengan cepat. Padahal Della baru pertama kali main film loh!

Review Film Love For Sale (2018)
Review Love For Sale (2018)

“Cause if one day you wake up and find that you're missing me. And your heart starts to wonder where on this earth I could be. Thinkin' maybe you'll come back here to the place that we'd meet.”. 

Untungnya Richard bukan ‘the man who can't be moved’. Pikirannya terbuka karena quotes agama dari Panji. Kita tak bisa lihat perang di kepalanya, tetapi kita tau Richard menyikapi dengan bijak. Ia hanya lupa. Lupa kalau cinta itu buta. Lupa kalau Arini mungkin sudah tidur dengan banyak pria. Richard hanya laki-laki polos yang hidup di balik kulit keriput.

Love for Sale (2018) salah satu film dimana karakterdevelopment-nya super cerdas, bagus dan menarik. Ini bukan kisah cinta Richard dengan Arini. Ini tentang pergolakan hati seorang bujangan yang dimakan usia dan masa lalu.

Membuat saya sadar bahwa tindakan kecil kita bisa sangat berpengaruh terhadap seseorang. Richard pun tak mau menemui ibunya, yang menyakitinya karena perkara ‘cinta’. Terima kasih Netflix! Akhirnya saya bisa menyaksikan film luar biasa ini!


Demikian sedikit review film Love For Sale. Apakah amu sudah menonton film ini juga? Kalau sudah, yuk berikan pendapatmu di kolom komentar...


Loading...

Related Posts

0 komentar: