Pengertian Komunikasi - Definisi, Unsur dan Tujuan Komunikasi Manusia

Sindu
By -
0

Artikel ini membahas definisi dan pegertian komunikasi menurut para ahli!

Mungkin tidak kita sadari, sejak bangun tidur hingga tidur lagi kita selalu terlibat dalam kegiatan komunikasi. Pagi-pagi kita dibangunkan orang lain atau alarm dari handphone, lalu menjawab panggilan telepon atau membaca SMS, membaca koran, menonton televisi, bercakap-cakap dengan teman, mendengarkan radio, atau membaca modul ini saat menjelang tidur. Memang tidak seorang manusia pun yang tidak berkomunikasi dalam kehidupannya.

Kita bisa membayangkan, bagaimana jadinya kehidupan manusia bila manusia tidak berkomunikasi. Orang tak bisa menyatakan keinginannya, tidak pula bisa memenuhi kebutuhannya. Tidak pula manusia akan bisa mengetahui apa yang terjadi di lingkungannya. Karena itu, sering dinyatakan bahwa salah satu ciri manusia adalah berkomunikasi sehingga manusia dinamakan makhluk yang berkomunikasi.

Dalam kegiatan komunikasi itu,pada dasarnya ada 4 kegiatan pokok, yaitu (a) berbicara, (b) mendengarkan, (c) membaca, dan (d) menulis.

Keempat kegiatan tersebut biasanya dikategorikan menjadi dua bentuk komunikasi yaitu komunikasi lisan dan komunikasi tertulis.

Pengertian Komunikasi - Definisi, Unsur dan Tujuan Komunikasi Manusia

Kegiatan komunikasi lisan adalah kegiatan komunikasi yang tertua dalam sejarah peradaban manusia. Karena kegiatan komunikasi tertulis baru dilakukan manusia setelah manusia mengenal huruf.

Kita bisa membayangkan, mereka yang buta huruf, hingga kini masih mengandalkan komunikasi lisan dalam kehidupannya. Berbeda halnya dengan mereka yang melek huruf, kegiatan komunikasi tertulis, merupakan bagian penting dalam kehidupannya.

 

Pengertian Komunikasi

Sering kali, saat diminta merumuskan pengertian sesuatu yang sering kita lakukan, kita mengalami kesulitan. Kita bisa memperoleh pengertian yang sama banyaknya dengan jumlah orang yang merumuskan pengertian sesuatu. Bisa kita ambil misal pengertian berbicara atau membaca. Kita pasti akan mendapatkan banyak pengertian bila kita meminta rekan-rekan kita untuk merumuskan pengertian berbicara atau membaca.

Bahkan mungkin akan menemukan orang yang menjawab, untuk apa membuat pengertian berbicara atau membaca, toh kita sudah bisa dan biasa berbicara dan membaca meski tidak bisa membuat rumusan pengertiannya. Sebagian lagi mungkin akan menyatakan, “Saya paham apa yang dimaksud dengan berbicara atau membaca itu, tapi saya tidak bisa merumuskannya dalam kata-kata.”

Tampaknya begitu juga halnya dengan pengertian komunikasi. Karena kita setiap hari berkomunikasi, maka kita pun merasa tak perlu untuk merumuskan definisi atau pengertian komunikasi. Rumusan pengertian biasanya dibuat untuk membantu pemahaman. Untuk apa membuat rumusan pengertian untuk sesuatu yang sudah kita pahami bahkan biasa kita lakukan sehari-hari?

Baca juga: Tesis Seni dan Agama Menurut Adorno Theodor

Pertanyaannya kini, benarkah kita memahami komunikasi manusia? Benarkah kita bisa menjelaskan proses komunikasi yang berlangsung dalam interaksi antarsesama manusia? Bila kita sudah memahami komunikasi manusia, tentu akan sangat mudah bagi kita untuk melakukan komunikasi yang efektif, yaitu komunikasi yang mampu membawa kita pada tujuan komunikasi. 

Nyatanya, kita bisa melihat berapa banyak kegagalan komunikasi, termasuk komunikasi yang dilakukan para profesional sekalipun. Kita lihat ada iklan, sebagai salah satu bentuk komunikasi, ternyata tak berdampak pada pemasaran dan penjualan produk. Kita pun melihat, banyak pria yang gagal mengkomunikasikan rasa cintanya pada gadis idamannya.

Karena berkomunikasi itu ternyata tidak semudah yang dibayangkan, maka orang mempelajari komunikasi manusia.

Dalam mempelajari komunikasi manusia itu, gerbang utama yang perlu dilalui adalah pemahaman atas konsep-konsep dasar komunikasi. Konsep dasar komunikasi tersebut, akan dipengaruhi oleh bagaimana kita merumuskan pengertian komunikasi karena dalam rumusan tersebut tentu akan ada komponen-komponen atau unsur-unsur komunikasi. Konsep dasar itu menjelaskan unsur-unsur atau komponen-komponen komunikasi tersebut.

 

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Fiske (2004: 8-9) melihat setidaknya ada dua aliran utama (mazhab) ahli komunikasi dalam merumuskan pengertian komunikasi. Pertama, ahli komunikasi yang merumuskan komunikasi adalah sebagai penyampaian atau transmisi pesan yang kemudian disebut sebagai “mazhab proses”. Kedua, ahli komunikasi yang melihat komunikasi sebagai pembuatan dan pertukaran makna yang disebut sebagai “mazhab semiotika”.

Sedangkan Deddy Mulyana (2005a: 61) menyebutkan adanya tiga kerangka pemahaman atas komunikasi, yaitu (a) komunikasi sebagai tindakan satu arah, (b) komunikasi sebagai interaksi, dan (c) komunikasi sebagai transaksi. Komunikasi sebagai tindakan satu arah melihat komunikasi sebagai penyampaian pesan (informasi) dari seseorang/lembaga kepada orang lain.

Komunikasi sebagai interaksi menunjukkan komunikasi sebagai proses sebab-akibat atau aksi-reaksi yang arahnya bergantian. Sedangkan komunikasi sebagai transaksi memandang komunikasi sebagai proses personal karena makna atau pemahaman kita atas apa yang kita peroleh sebenarnya bersifat pribadi.

 

Pengertian Komunikasi Menurut Harold D. Lasswell

Kita pun bisa mendapatkan pengertian komunikasi dari salah seorang ahli komunikasi yaitu Harold D. Lasswell, yang dikenal dengan model Lasswell-nya (lihat, Fiske, 2004: 46). Lasswell merumuskan komunikasi dengan pernyataan dalam bentuk pertanyaan seperti berikut:

 

Who

 

Says what

 

In which channel

 

To whom

 

With what effect

 

Apa yang dijelaskan Lasswell itu pada dasarnya juga menunjukkan komponen-komponen komunikasi, yaitu (a) siapa yang berkomunikasi atau biasa dinamakan sumber komunikasi/komunikator, (b) menyatakan apa (pesan/isi komunikasi/informasi yang disampaikan), (c) dengan saluran mana (media yang digunakan), (d) pada siapa (penerima/komunikan), dan (e) dengan efek apa.

Apa yang dikemukakan Lasswell tersebut, dilengkapi dengan apa yang dikembangkan oleh Shannon dan Wever yang menyebutkan adanya gangguan dalam proses penyampaian pesan dari pemberi/komunikator pada komunikan/penerima.

Gangguan tersebut bisa bersifat teknis, bisa juga bersifat psikologis. Ada juga yang menyebut gangguan bahasa (semantis). Sekarang, kita perhatikan apa yang dikemukakan Shannon dan Weaver dalam gambar berikut ini.

Pengertian Komunikasi Menurut Harold D. Lasswell


Sesungguhnya antara Model Lasswell dan Model Shannon dan Weaver ini tidak jauh berbeda, karena pada prinsipnya sama. Perbedaan yang ada hanya karena Shannon dan Weaver ini merupakan insinyur yang bekerja di Bell Laboratories sehingga proses komunikasi yang digambarkannya bersifat mekanis.

Pada Gambar 1.1. itu, sumber informasi (komunikator) menyampaikan pesan melalui transmiter (media) yang kemudian diubah ke dalam sinyal elektromagnetik yang kemudian diterima pesannya melalui pesawat penerima sejauh tidak terjadi gangguan sehingga pesan bisa sampai pada penerima (komunikan).

Berdasarkan uraian di atas, kita bisa mengutip Everette M. Roger (dalam Mulyana, 2005a: 62) bahwa komunikasi adalah “proses di mana satu ide dialihkan dari sumber kepada seorang penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”.

Definisi tersebut menggambarkan proses sekaligus tujuan dari proses tersebut, yang dalam ungkapan Lasswell dinamakan sebagai efek. Mulyana (2005a: 69) sendiri, setelah menguraikan berbagai definisi komunikasi kemudian menjelaskan bahwa komunikasi disebut proses karena merupakan kegiatan yang ditandai dengan tindakan, perubahan, pertukaran dan perpindahan.

Baca juga: Mengapa Perlu Mempelajari Organisasi dan Manejemen?

Kita pun bisa merumuskan komunikasi dengan cara kita sesuai dengan tujuan pembelajaran mata kuliah ini. Komunikasi bisa kita rumuskan sebagai proses pertukaran pesan di antara manusia untuk mencapai saling pengertian atau mengubah sikap, pendapat dan perilaku orang yang kita ajak berkomunikasi.

Sedangkan pertukaran pesannya bisa menggunakan pesan verbal atau melakukan komunikasi verbal yaitu komunikasi dengan kata-kata. Bisa juga komunikasinya menggunakan pesan-pesan nonverbal yaitu segala tindakan dan unsur di luar kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi seperti mimik wajah, intonasi, gambar, simbol, dan bahasa tubuh. Di samping itu, komunikasi bisa dilakukan secara langsung atau tatap muka bisa juga melalui media.

 

Itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian komunikasi. Komunikasi adalah salah satu hal yang kita lakukan setiap hari sebagai makhluk hidup. Lanjut ke artikel selanjutnya untuk mebaca tentang penjelasan proses komunikasi manusia.

Baca juga: Proses Komunikasi

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!