Pengertian Apropriasi Menurut Para Ahli

Sindu
By -
0

Apa itu Apropriasi (Cultural Apropriation)?

Apropriasi adalah sebuah pengambilan dalam bentuk kesesuaian karya seni (kreativitas), meliputi: ide-ide, elemen-elemen visual, simbol, dan artefak dari kepemilikan pelbagai budaya lain, kemudian mencoba mengubah kerangka yang terkait pada suatu acuan, sehingga dapat dijadikan sebagai miliknya sendiri (Martarosa, 2016:4).

Pengertian Apropriasi Menurut Para Ahli

Sejak 1980-an istilah apropriasi juga mengacu pada yang lebih khusus, mengambil karya dari pelukis lain untuk menciptakan suatu karya baru. Karya baru tersebut bisa atau tidak mengubah imaji karya semula. Apropriasi selalu mengandung gejala kemiripan atau keserupaan suatu imaji terhadap imaji lainnya (Effendy, 2007: 1). Ada pelbagai macam teknik apropriasi dalam produksi karya seni rupa seperti misalnya: remix, copy-paste, collage, montage, dan kutipan (Siswowihardjo, 6).

Apropriasi adalah menggunakan simbol, artefak, genre, ritual, atau teknologi budaya oleh anggota kebudayaan yang lain. Apropriasi terjadi ketika kepemilikan karya ditransfer dari anggota satu budaya ke anggota budaya lain. 

Menurut Robert S. Nelson, kata ‘appropriation’ berasal dari kata Latin ‘appropriare’ yang memiliki arti ‘menjadikan milik sendiri’. ‘To appropriate’ pada saat ini memiliki arti, mengambil sesuatu untuk kegunaan diri seseorang dan kata sifat dari ‘appropriate’ berarti menjadi milik diri seseorang, privat dan cocok. Kata ‘appropriate’ juga memiliki konotasi yang sinis yaitu penculikan atau pencurian. 

Penerapan kata appropriasi pada seni rupa dan sejarah seni rupa pada masa sekarang ini berhubungan dengan adopsi karya seni rupa dari unsur-unsur yang ada lebih dulu. Appropriasi juga dapat bermakna ‘peminjaman’ atau ‘pengaruh’, dari produksi dan resepsi sebuah karya seni rupa. (Nelson, 2003:160-173).

Apropriasi merupakan suatu metoda yang sering dilakukan dalam praktek seni rupa dalam beberapa dekade di Indonesia. Apropriasi menjadi suatu pendekatan kepada subyek : pembongkaran sejarah dan identitas. Apropriasi tak hanya dilakukan didalam dunia kesenian tetapi dalam praktek-praktek kreatif serta sosial-ekonomi lain, seperti periklanan, film dan sebagainya. 

Istilah apropriasi (approriation), atau kira-kira “ penyetaraan “, sering terdengar dalam berbagai perbincangan seni rupa , maupun budaya kontemporer. Terutama dalam diskusi yang menyangkut perkembangan budaya seni rupa pasca – modern (posmodern). 

Apropriasi selalu bersanding dengan jargon-jargon yang diuarkan kaum posmodernis, seperti allegory, parodi (pelesetan), eklektik atau bricolage. Aproprasi selalu mengandung gejala kemiripan atau keserupaan suatu imaji terhadap imaji lainnya. Seni rupa dengan kecenderungan apropriasi ternyata sangat lazim dipraktekan di barat sejak awal abad ke – 20 bahkan sebelumnya. Namun. ada beberapa orang menghindar bahwa dia telah ‘meng-apropriasi’ sebuah budaya.

Sejarawan Robert S. Nelson, di sebutkan bahwa, mengapropriasi sesuatu yang melibatkan upaya “pengambil – alihan”. Dalam seni rupa barat, istilah apropriasi sering merujuk pada penggunaan elemen-elemen pinjaman dalam suatu kreasi karya seni. 

Peminjaman elemen tersebut termasuk citraan atau gambar, bentukan atau gaya dari sejarah seni atau budaya populer, maupun material serta teknik-teknik dari lingkup bukan seni. Sejak dekade 1980-an istilah ini juga mengacu kepada yang lebih khusus, mengutip karya dari seniman lain untuk menciptakan suatu karya baru.

Dalam lingkup di Indonesia, kemunculan praktek seni modern menjadi problematik namun menarik. Pertama bahwa bentuk seni lukis tersebut diperkenalkan oleh Barat lewat proses kolonialisasi. Terutama berlangsung di abad 19, dimana pribumi seperti Raden Saleh Sjarif Bustaman (1807 – 1880) mendapat ajaran melukis dari guru-guru Belanda, lalu mengalami alam Eropa dikemudian hari.

Tag: pengertian apropriasi adalah, apa itu apropriasi budaya, peminjaman budaya oleh budaya lain, apa bedanya apropriasi dan apresiasi, apa perbedaan apropriasi dengan plagiasi atau terinspirasi?

Baca juga: Jenis-jenis Apropriasi dan Contohnya

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!