Minggu, 09 April 2017

Kenapa Popcorn Menjadi Makanan Populer di Bioksop? Ini Fakta Sejarahnya!

Popcorn, snack yang sealu ada di setiap bioskop ini begitu identik dengan penonton film di seluruh dunia. Namun, tahukah kamu kenapa makanan berbahan dasar biji jagung ini bisa begitu populer di bioskop? Kenapa sih Popcorn  menjadi snack wajib saat menonton film di bioksop? Berikut merupakan kisahnya!

kenapa popcorn menjadi makanan populer di bioskop?
Kucing aja makan popcorn
SinduLin.web.id – Kamu tentu tidak asing dengan Popcorn, sebuah makanan olahan jagung yang berasal dari Amerika Tengah, tepatnya di Meksiko, dan sudah ada sejak pertama kali jagung dibudidayakan di daerah tersebut (sekitar 8.000 tahun yang lalu).

Namun, menurut buku Popped Culture: A Social History of Popcorn karya Andrew Smith, popularitas popcorn baru meluas di tahun 1800-an, yaitu berkat terciptanya “gerobak” pembuat popcorn karya Charles Cretor.

gerobak popcorn pertama

Kehadiran mesin portabel bertenaga uap tersebut menjadikan popcorn sebagai cemilan yang sangat populer dan menyebar dengan cepat di berbagai tempat hiburan seperti sirkus, festival dan pasar malam di daerah Amerika Utara dan Selatan.

Adapun, sekembalinya pelaut Cortes serta Colombus dari perjalanan mereka menjelajahi Amerika sambil membawa “oleh-oleh” popcorn menjadi awal perkenalan masyarakat Eropa terhadap cemilan jagung tersebut.


Popcorn Dilarang di Bioskop

Pada mulanya, popcorn sempat dilarang dibawa ke dalam bioskop. Bahkan bioskop saat itu menjadi tempat hiburan satu-satunya yang tidak menjual cemilan ini.

asal usul popcorn

Alasannya bioskop pada saat itu merupakan tempat hiburan bagi kaum elit, dan menyajikan makanan yang umumnya dijual oleh petani & pedagang gerobak di pinggir jalan sama sekali jauh dari kesan berkelas yang ingin ditawarkan oleh pihak pemilik bioskop kepada pengunjungnya.

Di zaman dulu dimana bioskop selalu berkonsep teater tradisional yang memiliki lobi besar dengan berbagai perabotan mewah seperti lampu gantung serta karpet mahal yang melapisi setiap ujung lantainya; pihak pemilik bioskop pun tidak ingin kemewahan tersebut dikotori oleh remah-remah dari popcorn.

Alasan lainnya yang melarang konsumsi popcorn di dalam teater bioskop pada masa tersebut yaitu film-film yang diputar merupakan film bisu atau belum ada audionya, sehingga pastinya sangat mengganggu kenikmatan menonton film jika di studio yang sepi itu terdengar suara orang-orang yang sedang asyik mengunyah popcorn.

Untungnya hal tersebut tidak berlangsung lama. Para pemilik teater bioskop akhirnya mengizinkan konsumsi popcorn dan malah beralih turut menjual popcorn di dalam lobi bioskop mereka karena dua alasan berikut:

Alasan pertama yaitu seiring perkembangan teknologi, industri film mulai memasuki era film-film bersuara di tahun 1927. Sehingga, adanya suara dari speaker bioskop yang menggelegar sudah lebih dari cukup untuk menutupi suara penonton yang sibuk melahap popcorn dengan ganasnya.

Alasan kedua, rakyat AS semakin menginginkan hiburan yang terjangkau dan bioskop menawarkan hal tersebut. Di masa itu, kala Amerika sedang mengalami sebuah krisis ekonomi besar yang dinamakan The Great Depression; pergi ke bioskop atau menonton film pun menjadi sebentuk hiburan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, dan cemilan favorit yang murah terjangkau dan juga dinikmati oleh kalangan tersebut tidak lain adalah popcorn.

Para penjual popcorn yang melihat hal tersebut pun mulai berjualan di depan gedung bioskop. Melihat semakin banyaknya jumlah penonton yang membeli popcorn, para pengelola bioskop pun menangkap peluang sumber pemasukan baru bagi mereka. Perlahan para pengelola bioskop mulai menjalin kerja sama dengan penjual popcorn di pinggir jalan agar mereka dapat menjual popcorn tersebut di dalam lobi bioskop.

popcorn design

Terbukti, bioskop-bioskop yang menjual popcorn dan makanan ringan di lobinya ternyata berhasil bertahan dari krisis ekonomi tersebut. Pola itu pun terus berlangsung sampai saat ini dimana pemasukan bioskop terbesar berasal bukan dari penjualan tiket filmnya melainkan dari penjualan makanan ringan dan minuman soda.

Dalam perkembangan selanjutnya, di tahun 1945 terjadilah Perang Dunia II, dan citra popcorn semakin melekat dengan bioskop karena saat itu soda dan permen (gula) menjadi barang langka. Oleh karena ransum makanan bagi rakyat mulai dijatah (termasuk gula), maka jumlah konsumsi popcorn pun meningkat sampai tiga kali lipat sebagai pengganti camilan manis seperti permen dan soda.

cara membuat popcorn

Sejak saat itu, rasa-rasa serta cara baru menikmati popcorn pun mulai bermunculan, mulai dari popcorn mentega, popcorn berlapis karamel, popcorn berlapis karamel dan kacang, popcorn sereal dengan susu, sup popcorn, popcorn dengan sambal dan lainnya.

Saat ini pun di Indonesia, popcorn telah berkembang dengan berbagai rasa dan aroma yang menggoda, apalagi saat kita baru masuk ke bioskop, hmm sudah terasa wanginya!


Itulah sedikit sejarah kenapa popcorn bisa begitu populer dan wajib ada di bioskop-bioskop seluruh dunia. Apakah kalian punya pertanyaan mengenai popcorn yang ingin kalian ketahui?
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner