Review Film Teman Tapi Menikah 2 (2020), Sisi Kompleks Pernikahan

SinduLin – Dalam kesempatan ini, kami akan me-review film romantis Indonesia terbaru yang berjudul Teman Tapi Menikah 2. Tidak perlu banyak basa basi, yuk langsung saja kita simak pembahasan utamanya!


Sinopsis Film Teman Tapi Menikah 2


Review Teman Tapi Menikah 2 (2020)
Review Film Teman Tapi Menikah 2

Tanggal rilis: 27 Februari 2020 (Indonesia)
Sutradara: Rako Prijanto
Perusahaan produksi: Falcon Pictures
Serial film: Teman Tapi Menikah

Sinopsis:

Belum puas menikmati momen sebagai pasangan baru, Ayu tiba-tiba hamil. Kepribadiannya berubah total. Dari yang tadinya semangat nemenin Ditto ke mana-mana, ia jadi mager dan parahnya, super sensitif!

Ditto pun harus menahan diri dan pura-pura tidak cemburu dengan perhatian yang Ayu berikan ke si janin. Pertengkaran yang sering terjadi membuat Ayu dan Ditto harus memilih mana yang mau dipertahankan; pernikahan mereka atau si bayi?


Review Teman Tapi Menikah 2 (2020)


CERITA

Tak seperti film pertamanya yang penuh dengan dunia remaja yang fana dan pecicilan, 'Teman Tapi Menikah 2' lebih dewasa untuk dibuat menjadi pengalaman sinematik yang lebih menghangatkan hati dan berhubungan dengan kehidupan nyata banyak pasangan.


Rako Prijanto dan Johanna Wattimena berhasil menghadirkan sajian drama yang bermakna, penuh pesan moral tentang kehidupan dewasa, dan begitu menyentuh. Lebih matang dalam menghadirkan sebuah kisah cinta abadi yang berkelas dalam sisi penceritaan.

Walaupun masalah datang bertubi-tubi dengan solusi berbeda yang agak kurang jelas, film ini tetap memberikan satu klimaks yang baik, dibalik konflik yang benar-benar repetitif.

Review Teman Tapi Menikah 2 (2020)

Dimulai dari cerita flashback yang sudah diganti oleh Ayu versi Mawar yang lebih mudah dinikmati dari pendahulunya, lalu kisah berjalan begitu cepat dan terburu-buru tentang pernikahan. Namun, cerita ini ditujukan untuk bagaimana perjuangan seorang wanita dalam melahirkan seorang anak.

Dramanya tak lagi menye-menye, namun begitu ambisius dan serius dalam beberapa bagian. Hingga pada akhirnya, 'Teman Tapi Menikah 2' adalah sebuah drama yang begitu baik untuk ditonton, karena bisa memberikan kita pesan tentang nilai-nilai kehidupan yang akan abadi dan berguna bagi kedepannya.

Belajar tentang menghargai pasangan, pernikaha, dan anak yang telah diberikan sebagai karunia dan diatur sebagai takdir Tuhan.


AKTING DAN PERFORMA

Dengan Mawar Eva Dejongh yang ternyata lebih menawan dan emosional, membuat 'Teman Tapi Menikah 2' memberikan rasa terpendam yang selama ini tidak terasa oleh Vanesha Prescilla.

Mawar berhasil memerankan peran Ayu dewasa yang benar-benar menjiwai karakter seorang istri dan ibu muda. Dirinya membuat gaya penceritaan semakin unik dan memuaskan bagi penonton.

Senang, sedih, kesal, semuanya bisa dikeluarkan dengan apik dalam gestur dan ekspresi yang tidak berlebihan.


Adipati Dolken juga bisa menyeimbangkan Mawar dengan karakter Ditto yang semakin dewasa dan cocok menjadi ayah, walaupun beberapa adegan masih terasa kaku karakternya.

Tidak semuanya dewasa, ada rasa kekanak-kanakan juga yang mencerminkan rasa sahabat yang ada di antara mereka berdua.

Saking menawan dalam dua karakter ini, tokoh pendukungnya tidak begitu diperhatikan dengan baik. Namun, hal yang terpenting, mereka masih membantu film ini berjalan dengan baik.


TEKNIS PENDUKUNG

Rako Prijanto tetap menyajikan sebuah pengalaman sinematik yang hangat dan berkelas. Dalam penyutradaraannya, Rako memang apik dalam menyajikan sebuah drama, lebih dewasa dari film sebelumnya yang bertemakan anak sekolah.

Review Film Teman Tapi Menikah 2 (2020), Sisi Kompleks Pernikahan
Review dan Sinopsis Teman Tapi Menikah 2

Sinematografi cantik nan memuaskan menampilkan pemandangan Bali dan Jakarta yang indah dan ramai. Tata kameranya diambil begitu menawan, menyajikan sebuah alam Indonesia yang jarang terjamah oleh film lainnya.

Warna yang digunakan dalam setiap adegan begitu berhubungan dengan perasaan penonton. Kadang menyenangkan, namun ada saatnya juga rasa sakit hati yang muncul pada penonton.

Tata artistik dan busana begitu modern dengan warna yang menarik perhatian mata dan menawan hati.


Itulah sedikit pembahasan review film Teman tapi Menikah 2. Kamu sudah nonton Teman Tapi Menikah 2? Bagikan review dan rating kamu di komen bawah ya!


1 Response to "Review Film Teman Tapi Menikah 2 (2020), Sisi Kompleks Pernikahan"

  1. Tidak semua manusia menikahi teman mereka sendiri. Ya, premis tersebut akan selalu menjadi daya tarik tersendiri untuk Teman Tapi Menikah.

    Apalagi judul itu sudah tak lagi menyimpulkan keseluruhan cerita. Pada sekuel kali ini Rako Prijanto menyuguhkan level baru dari kehidupan Ayu & Ditto yang lebih pelik dan dipenuhi oleh keresahan. Memperlihatkan sisi lain mereka yang mungkin dapat mengubah pandangan kita tentang asyiknya menikahi teman sendiri.

    Menikah selalu identik dengan membuka lembaran baru. Memulai fase yang setingkat lebih tinggi dari sebelumnya. Bagaimana Ayu & Ditto menyadari bahwa kekompakan mereka selama ini belum cukup untuk mengarungi bahtera rumah tangga, menjadi hal yang membuatku terjaga untuk menyimak ceritanya.

    Konflik boleh jadi sederhana, tetapi mendewasakan keduanya dan menyiratkan pesan yang sampai ke lubuk hati. Usaha-usaha mereka untuk mempersiapkan kelahiran ternyata bukan sekedar tentang baju/sebuah nama saja. Ayu & Ditto dibuat kembali mempelajari cinta mereka hingga sebuah tanggung jawab.

    Penampilan dan kecocokan Adipati serta Mawar turut andil dalam memberi nyawa pada cerita dan membuat segalanya terasa lebih dekat. Interaksinya menghadirkan canda-tawa, haru-bahagia yang seringkali tanpa disadari membuatku tersenyum.

    Belum lagi lokasi-lokasi yang digunakan seringkali membawa mood atau mendukung cerita. Membangun harmoni yang baik dengan tata musiknya yang bersifat spiritualisasi. Menggambarkan pendewasaan dari segala aspek yang dilibatkan cerita.

    Menurutku film Teman Tapi Menikah 2 tidak hanya mendewasakan diri sendiri, tetapi juga pola pikir penontonnya. Tanggung jawab, kekompakan, pengertian, bukan hal yang dapat dijamin dengan cinta atau lamanya suatu ikatan.

    Saya memang belum menonton film pertamanya, tetapi sulit untuk membayangkan pemeran Ayu & Ditto selain Adipati dan Mawar saat ini. Salah satu drama terbaik di tahun ini!

    BalasHapus