-->

Review Film Spider-Man: Across the Spider-Verse (2023)

Simak ulasan review film animasi terbaru Spider-Man di bawah ini!

Tahun 2018 adalah tahun penting bagi industri animasi di seluruh dunia. Dengan peluncuran Spider-Man: Into the Spider-Verse, Sony Animation merevolusi industri animasi 3D pada saat itu. Pada era sebelumnya, semua studio animasi berfokus pada gaya Pixar yang realistis. Namun, karena Sony Animation dapat berhasil dengan gaya kontemporernya, berbagai studio animasi lain juga menggunakan berbagai macam pilihan artistik dan pendekatan eksperimental.

Sony Animation akan menerbitkan Spider-Man: Across the Spider-Verse pada tahun 2023 untuk melanjutkan kisah Miles Morales. Baca review film Spider-Man Accros The Spiderverse di bawah ini.


Review Film Spider-Man: Across the Spider-Verse (2023)

Review Film Spider-Man: Across the Spider-Verse (2023)

#1 - Mendobrak Pakem Spider-Man


Miles Morales (Shameik Moore) menjadi satu-satunya Spider-Man di dunia lebih dari setahun setelah peristiwa Spider-Man: Into the Spider-Verse 2018. Selama dia menjadi Spider-Man, tidak ada lawan yang signifikan. Sulitnya membagi waktu antara Miles dan Spider-Man adalah satu-satunya masalah.

Ketika Miles menghadapi Spot (Jason Schwartzman), situasi berubah. Mungkin Spot dilahirkan akibat insiden partikel collider setahun yang lalu, dan sekarang dia marah pada Miles.

Dengan kehadiran Spot, multiverse, atau lebih tepatnya Spider-Verse, menghadapi ancaman. Karena itu, Gwen Stacy (Hailee Steinfeld) datang ke dunia Miles untuk memata-matai seluruh kegiatan Spot. Sayangnya, Spot terlepas dari pengawasan Gwen karena dia terlalu asyik bercengkrama. Dengan demikian, Spot memiliki kekuatan yang lebih besar daripada sebelumnya.

Miles Morales (Shameik Moore) menjadi satu-satunya Spider-Man di dunia lebih dari setahun setelah peristiwa Spider-Man: Into the Spider-Verse 2018. Selama dia menjadi Spider-Man, tidak ada lawan yang signifikan. Sulitnya membagi waktu antara Miles dan Spider-Man adalah satu-satunya masalah.

Ketika Miles menghadapi Spot (Jason Schwartzman), situasi berubah. Mungkin Spot dilahirkan akibat insiden partikel collider setahun yang lalu, dan sekarang dia marah pada Miles.

Dengan kehadiran Spot, multiverse, atau lebih tepatnya Spider-Verse, menghadapi ancaman. Karena itu, Gwen Stacy (Hailee Steinfeld) datang ke dunia Miles untuk memata-matai seluruh kegiatan Spot. Sayangnya, Spot terlepas dari pengawasan Gwen karena dia terlalu asyik bercengkrama. Dengan demikian, Spot memiliki kekuatan yang lebih besar daripada sebelumnya.


#2 - Bermacam Varian Spider-Man Muncul beserta Konfliknya


Apa yang terjadi di film sebelumnya ternyata berlanjut di Spider-Man: Across the Spider-Verse. Lebih gila lagi, film ini juga menyinggung masalah Dr. Strange dan Spider-Man yang ada di Marvel Cinematic Universe, menunjukkan bahwa apa yang terjadi di MCU juga mempengaruhi Spider-Verse.

Dalam Spider-Verse, ada banyak Spider-Man yang berasal dari berbagai universe. Sony Animation membuat berbagai gaya animasi khusus untuk setiap Spider-Man untuk memberi mereka kesan yang berbeda. Bisa dibilang, di dunia ini, Sony Animation menawarkan kita berbagai pilihan artistik dan pendekatan eksperimental mereka.

Di Spider-Verse ini, kita juga diajarkan tentang "syarat" yang diperlukan untuk menjadi Spider-Man, seperti bagaimana dia harus melepaskan orang-orang penting dalam hidupnya untuk menyelamatkan semua orang. Miles akan berhadapan dengan pakem ini, meskipun dia menerima perlawanan yang keras dan "cap" sebagai bukti bahwa dia tidak layak menjadi Spider-Man.


#3 - Penggemar Spider-Man Wajib Banget Nonton


Penggemar Spider-Man akan sangat menikmati film Spider-Man: Across the Spider-Verse, yang akan menampilkan banyak kejutan yang akan menjadikan Spider-Man sebagai salah satu karakter utama dalam film Marvel, bersama dengan semua hal lucu yang terlibat di dalamnya.

Sony membuat keputusan yang bijak untuk "meminjamkan" dan "mempertahankan" Spider-Man, karena memungkinkan mereka untuk memperluas lore tentang karakter tersebut sambil mengembangkan dunianya sendiri.

Kualitas Spider-Man: Across the Spider-Verse melampaui ekspektasi kami, dan mendapatkan nilai 4,8 dari 5 bintang dari review. Film animasi yang hampir sempurna dengan beberapa kelemahan kecil.

Tidak adanya kesederhaan plot yang hadir di Spider-Man: Into the Spider-Verse adalah satu-satunya kelemahan dari Spider-Man: Across the Spider-Verse.


Demikian ulasan singkat kami terkait film animasi terbaru Spider-Man yang sangat keren dan kami rekomendasikan kamu untuk menontonnya. Film Spider-Man: Across the Spider-Verse bisa kamu tonton dibioskop-bioskop di kotamu!


0 Response to "Review Film Spider-Man: Across the Spider-Verse (2023)"

Posting Komentar