Review Film Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang (2023): Menyusuri Perjalanan Hidup Aurora di London

Sindu
By -
0

Simak ulasan film Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulan berikut ini!


Apakah rumah hanya sebuah tempat fisik, ataukah ia mencakup ikatan emosional yang mendalam? Apakah keluarga hanya tentang darah, ataukah juga tentang dukungan yang kita pilih? Pertanyaan-pertanyaan ini merangkum esensi dari film "Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang", sebuah karya yang mengundang kita untuk merenung tentang arti sejati dari rumah, pulang, dan keluarga.


Review Film Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang (2023): Menyusuri Perjalanan Hidup Aurora di London


Dalam sekuel yang dinanti-nantikan dari "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)", sutradara Angga Dwimas Sasongko dan Visinema Pictures mengajak penonton memasuki perjalanan hidup Aurora, seorang seniman muda yang mengejar impian di tengah hiruk-pikuk kota London. Namun, di balik gemerlapnya kota, Aurora menemukan bahwa kehidupan bukanlah sekadar impian yang indah.


Mari kita menyusuri alur cerita yang penuh emosi, karakter-karakter yang kompleks, dan tema-tema universal yang dirangkai dalam film ini. Dengan pengantar ini, mari kita temukan bagaimana "Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang" menghadirkan sebuah cerita yang tak hanya menghibur, tetapi juga merangsang pikiran dan menyentuh hati. Ayo, mari kita mulai petualangan ini bersama!


Baca juga: 10 Drama Terbaik Lee Min Ho untuk Ditonton, dari The Heirs sampai Pachinko


Review Film Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang (2023)


Sinopsis Film "Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang"


"Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang" merupakan sekuel dari "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)", karya sutradara Angga Dwimas Sasongko dan Visinema Pictures. Dirilis pada 2 Februari 2023, film ini mengundang antusiasme yang tinggi dari penonton, terutama karena menawarkan petualangan baru yang terpisah dari narasi novelnya.


Pada akhir NKCTHI, kita melihat Aurora (Sheila Dara Aisha) meninggalkan Indonesia untuk mengejar cita-citanya sebagai seorang seniman di London.


Sekuel ini memfokuskan pada perjalanan Aurora dan kehidupan barunya di Inggris, di mana dia berusaha mencari jati diri sambil menghindari bayang-bayang keluarganya.



Ringkasan Alur Cerita


Film ini disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan diperankan oleh Sheila Dara Aisha, Jerome Kurnia, Lutesha, Rio Dewanto, Rachel Amanda, dan Ganindra Bimo. Dengan durasi 1 jam 46 menit, film mengisahkan perjalanan Aurora di London dan hubungannya dengan Jem (Ganindra Bimo), seorang seniman Indonesia yang juga merantau di sana.


Meskipun awalnya hidup Aurora terasa indah bersama Jem, dia akhirnya mengetahui sisi gelap dari kehidupan Jem yang membuatnya harus mengorbankan mimpinya. Dalam masa sulitnya, Aurora didukung oleh dua sahabatnya, Honey (Lutesha Sadhewa) dan Kit (Jerome Kurnia), sementara keluarganya, Angkasa (Rio Dewanto) dan Awan (Rachel Amanda), datang untuk menyusulnya dan memaksa pulang.



Analisis Karakter dan Tema


Analisis Karakter dan Tema


Film ini menggunakan konsep alur maju-mundur, seperti yang telah dikenal dari karya sebelumnya Angga Dwimas Sasongko, "Story of Kale". Namun, perhatian ekstra diperlukan untuk memahami pergeseran waktu dalam cerita.


Dalam konteks hubungan antara Aurora dan keluarganya, film mengeksplorasi tema tentang keluarga yang tidak selalu menjadi pilihan utama. Aurora lebih memilih untuk menghadapi masalahnya bersama sahabat-sahabatnya di London, memperlihatkan bahwa keluarga bukanlah satu-satunya bentuk dukungan yang bisa diandalkan.


Baca juga: Review Drama Korea Moving (2023), Memahami Keajaiban dan Harapan di Balik Drama Superhero


Pesan dan Kesan


Di akhir cerita, film ini menyampaikan pesan tentang makna rumah, pulang, dan keluarga. Apakah rumah hanya tempat asal kita, dan apakah keluarga hanya terbatas pada ikatan darah? Pertanyaan-pertanyaan ini menggugah penonton untuk merenungkan arti sebenarnya dari rumah dan keluarga.


Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh. Dengan bantuan musik-musik dari Kunto Aji, Yura Yunita, dan Armand Maulana, emosi cerita semakin terasa dalam setiap adegannya.


"Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang" adalah sebuah film yang memukau dengan penceritaan yang kuat dan karakter-karakter yang mendalam. Tema-tema yang diangkat tentang perjalanan hidup, keluarga, dan persahabatan membuatnya relevan dan memikat bagi penonton dari berbagai latar belakang.


Sebelum menonton, pastikan Anda siap dengan tisu karena film ini dapat menghadirkan momen-momen yang memilukan namun juga menyentuh hati. Dengan segala kekuatannya, film ini layak masuk dalam daftar tontonan wajib.

Tag:Jalan yang jauh jangan lupa pulang lanjutan dari film apa? Jalan yang jauh jangan lupa pulang di bioskop sampai kapan? A long way to come home cerita tentang apa? Jalan yang jauh jangan lupa pulang rating berapa?

Penutup 


Dengan mengakhiri perjalanan kami melalui jalan yang panjang dan penuh emosi dari "Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang", kami dihadapkan pada pemahaman baru tentang makna rumah, pulang, dan keluarga. Film ini, dengan segala kekuatannya, bukan hanya sekadar hiburan. Ia adalah cermin bagi kita semua, mengingatkan bahwa pulang tidak selalu tentang kembali ke tempat fisik, tetapi juga tentang menemukan tempat di hati kita yang paling dalam.

Di tengah kerumitan hidup, kita diberi kesempatan untuk menemukan keluarga baru di tempat yang paling tak terduga. Saat Aurora berjuang dengan pilihan-pilihan sulitnya, kita disadarkan akan kekuatan persahabatan dan dukungan yang tak tergantikan.

Kita semua dapat merasakan getaran emosional yang disuguhkan oleh "Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang", sekaligus merenungi perjalanan hidup kita sendiri. Dengan demikian, mari kita terus menjelajah, terus berani menapaki jejak pulang, dan terus membawa makna yang kita temukan di dalamnya ke dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dengan penutup ini, kami mengajak Anda untuk menutup lembaran perjalanan ini dengan hati yang penuh makna dan harapan. Terima kasih telah menemani kami dalam memahami dan mengapresiasi kisah inspiratif ini. Ayo, mari kita lanjutkan perjalanan kita, karena mungkin di ujung jalan itu, kita akan menemukan rumah yang sesungguhnya.

Demikian ulasan review film Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!