Minggu, 16 Juli 2017

Fakta-fakta Bioskop yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Ada banyak fakta-fakta menarik seputar bioskop yang mungkin belum kamu ketahui.


Fakta-fakta Bioskop yang Mungkin Belum Kamu Tahu

SinduLin.web.id - Menonton film di bioskop saat ini sudah menjadi salah satu pilihan populer bagi masyarakat pada umumnya untuk mencari hiburan yang terjangkau namun nyaman. Tidak seperti zaman dahulu, nonton bisokop merupakan hobi yang mahal dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan berada saja.

Dari perkembangan dan perjalanannya dari dulu sampai sekarang banyak fakta bahkan mitos yang menyertai sarana hiburan satu ini.

Berikut kami merangkum beberapa penjelasan mengenai pertanyaan yang beredar di dunia perbioskopan. Mungkin masih ada dari Anda yang masih bingung dengan keadaan yang ditemui atau bahkan masih percaya dengan mitos yang ada?


Fakta Bioskop #1 - Tidak Ada Baris Kursi Dengan Huruf I & O 


Fakta-fakta Bioskop yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Apakah Anda pernah memperhatikan urutan huruf baris kursi saat naik atau turun tangga studio? Ternyata dari deretan alfabet yang dipakai tidak ada huruf I & O. Mengapa demikian?

Kursi-kursi bioskop di Indonesia dinamakan dengan menggunakan kombinasi huruf dan angka. Huruf I & O ditiadakan bertujuan supaya penonton tidak kebingungan dalam mencari kursinya, karena huruf I terlihat mirip seperti angka 1 dan huruf L kecil dan O mirip dengan angka 0. Bahkan ada juga yang tidak menyertakan baris dengan huruf L karena rancu dengan huruf kecilnya dan huruf “i” besar.

Bisa dibayangkan jika kerancuan tersebut terjadi dan membuat bingung para penonton yang mencari kursinya, apalagi saat keadaan studio sudah gelap. Tentu sangat mengganggu ‘kan?


Fakta Bioskop #2 - Ada Satu Baris Berwarna Abu-Abu Saat Memesan Tiket di Loket 


Kalau Anda suka nonton di Cinema XXI pasti sering melihat ada satu baris di tengah studio yang berwarna abu-abu dan tidak bisa dibeli. Apakah Anda sudah tahu apa maksudnya? Dulu hal tersebut suka dikaitkan orang dengan berbagai hal mistis, namun sebenarnya memang ada penjelasan dan tujuannya serta tentu saja jauh dari hal mistis.

Baris tersebut merupakan “best seat” atau “best position” yang ada dalam suatu studio. Baris tersebut sengaja disiapkan untuk para penonton VIP seperti para pemegang saham bioskop tersebut, para petinggi bioskop, pejabat, undangan dan lain sebagainya.

Jika mereka datang menonton film, mereka tidak perlu mengantri untuk membeli tiket dan sudah disiapkan kursi terbaik.

Tapi kita sebagai penonton biasa pun juga bisa menduduki kursi tersebut. Jika film yang ditayangkan merupakan film yang laris, maka kursi VIP tersebut biasanya juga dijual kepada penonton umum. Jadi baris tersebut tidak melulu dikosongkan.

Sedikit saran jika Anda ingin duduk di baris VIP tersebut namun tidak dijual, Anda bisa memilih baris di atas, di bawahnya. Karena posisi tersebut masih termasuk sebagai “best seat/position”.

Baca juga: 6 Film Korea Terbaik yang Di Remake Oleh Hollywood


Fakta Bioskop # 3 - Studio Bioskop Diawasi Oleh Kamera Pengawas 


Fakta-fakta Bioskop yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Jika Anda menonton di jaringan bioskop CGV dan Cinemaxx, sebelum film dimulai ada pemberitahuan jika studio yang anda tempati diawasi oleh kamera pengawas. Kamera yang digunakan di sini tidak hanya kamera pengawas biasa, tapi sudah menggunakan infra merah karena studio yang dipantau dalam keadaan gelap.

Hal ini bertujuan untuk mengawasi perilaku penonton yang melanggar aturan seperti bertelepon, merokok, menaikkan kaki ke kursi di depannya sampai merekam atau membajak film.


Fakta Bioskop #4 - Dulu Bioskop Selalu Menggunakan 2 Proyektor Dalam Satu Studio 


Hal itu dilakukan karena dulu film yang diputar menggunakan media roll film 35 mm. Satu roll film biasa berdurasi 20 sampai 30 menit. Jadi semakin lama durasi suatu film, maka roll pita film yang digunakan semakin banyak.

Cara kerjanya seperti ini proyektor 1 memutar film di roll 1, setelah selesai maka proyektor 2 melanjutkannya menggunakan roll film kedua. Selama proyektor 2 tayang, proyeksionis menyiapkan roll film ketiga dan dipasangkan di proyektor 1. Begitu seterusnya.

Jika Anda masih ingat saat menonton film dahulu ada sebuah lingkaran hitam yang muncul di sebelah kanan atas layar. Lingkaran tersebut menandakan bahwa roll tersebut segera habis dan harus segera dilanjutkan atau digantikan dengan proyektor dan roll selanjutnya.

Mungkin Anda pernah mengalami saat sedang asyik menonton, film mati di tengah jalan karena sang proyeksionis terlambat menyalakan proyektor atau mengganti roll filmnya.

Tapi sekarang roll film sudah tidak digunakan lagi dan digantikan oleh proyektor digital. Jadi film yang akan ditayangkan disimpan di dalam sebuah hard disk berkapasitas besar dan ditayangkan menggunakan satu proyektor saja. Selain itu, proyektor dan format film digital menampilkan gambar yang lebih jernih dan jelas daripada proyektor film 35 mm.

Roll film 35 mm memiliki kelemahan pada usia dan masa pakainya. Semakin sering diputar maka kualitas gambarnya semakin menurun. Jadi saat Anda menonton film akan terlihat garis-garis atau titik-titik di layar. Hal tersebut tidak terjadi lagi di proyektor dan format film digital.

Baca juga: Pengertian Film Box Office, Blockbuster dan Mockbuster


Itulah beberapa fakta-fakta bioskop yang dapat menjadi tambahan pengetahuan Anda tentang dunia perbioskopan. Jika kamu mengetahui fakta-fakta menarik lainnya seputar bioskop, langsung saja ditulis di kolom komentar ya...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner