Kamis, 27 Desember 2018

Review Film Asal Kau Bahagia (2018) yang Tidak Bikin Penonton Bahagia


Simak ulasan film Asal Kau Bahagia dalam pembahasan ini!

SinduLin.web.id – Setelah sebelumnya me-review film Keluarga Cemara, kali ini kami akan mengulas film Indonesia lainnya yang baru saja rilis di bioskop Indonesia. Tidak lain adalah film Asalkan Kau Bahagia.

Penasaran dengan filmnya? Mari kita langsung simak saja movie review Asal Kau Bahagia di bawah ini


Review Film Asal Kau Bahagia (2018)


“Asalkan Kau Bahagiaaa~” Tanpa harus pergi ke bioskop, kamu sudah bisa tahu ceritanya lewat lirik lagu yang dirilis tahun 2017 oleh band Indonesia bernama Armada.

Review Film Asal Kau Bahagia (2018)
Review dan Sinopsis Film Asal Kau Bahagia (2018)

Bahkan, sejak awal kami sudah tau akhirnya akan seperti apa hanya dengan membaca judulnya saja. Jadi, saya pergi tanpa ekspetasi besar dan pulang tanpa rasa kecewa berlebihan.

Film Asal Kau Bahagia (2018) punya premis yang menarik, mengingatkan saya pada film Love is Cinta (2007) atau drama Korea, 49 Days (2015).


Hanya saja, adaptasi lagu ini terlalu mengikuti template lirik, hingga akhirnya terasa dangkal. Alih-alih menyajikan drama Ali dan Aurora yang menyentuh, film ini malah menampar penonton lewat kisah bromance antara Ali dan Dewa.

Seriusan! Satu studio hening saat Dewa meledak karena dianggap sedang bikin candaan konyol, tapi penonton ribut saat adegan klimaks antara Ali dan Aurora.

Penampil terbaik di sini tentu saja Dewa Dayana. Bukan karena berhasil mengocok perut semata, tetapi ia berhasil menampilkan banyak ekspresi dari pada Ali sendiri. Aliando juga bagus, tapi sayang peran & chemistry-nya dengan Aurora ini hambar.

Padahal ceritanya amat fokus pada mereka berdua, tetapi gagal menyentuh hati. Berbeda dengan film Love is Cinta, di mana Ryan memperjuangkan cinta dan posisinya sebagai anak. Ali hanya tau pacar di hidupnya.

Review Film Asal Kau Bahagia (2018)
Baca Review Film Asal Kau Bahagia (2018)

Kalau ceritanya biasa aja, tidak dengan teknisnya. Saya suka banget dengan arahan Rako Prijanto di film ini! Sinematografi dan tone warnanya tidak pedih di mata. Transisinya juga anti males-males klub.

Kalau film ini mengambil setting 2000-an mungkin bagus banget. Tapi, sisipan musiknya suka ganggu dialog nih! Terlalu besar volumenya.

Pada akhirnya, film Asalkan Kau Bahagia tak bikin saya bahagia. Film ini meninggalkan elemen-elemen sederhana yang penting dan tentu saja bisa menyentuh hati. Bagaimana pun kala kematian akan datang, seseorang akan mencari bapak dan ibunya. Bukan pacarnya.


Demikian ulasan dan review film Asal Kau Bahagia (2018), yang baru tayang di akhir tahun 2018 ini. Kamu sudah nonton filmnya? Berikan pendapatmu di kolom komentar...


Loading...

Related Posts

1 komentar: