Sabtu, 15 Desember 2018

Review Film Mortal Engines (2018), Kupas Kelebihan dan Kekurangannya


Yuk kita simak ulasan dan review film Mortal Engines (2018) berbahasa Indonesia berikut ini!

SinduLin.web.id - Film Mortal Engines diambil dari sebuah novel karya Philip Reeve, dengan judul yang sama pada 2001. Meskipun ceritanya berdasarkan novel, ada beberapa bagian novel yang dihilangkan dan ditambah, jadi untuk yang sudah membaca bukunya terlebih dahulu mungkin akan kaget dengan beberapa hal yang tidak ada dibuku.

Tidak tanggung-tanggung, film ini menghabiskan kurang lebih $100 juta, sehingga menjadikan film ini tidak bisa dianggap sepele.

Simak review film Mortal Engines (2018) dalam bahasa Indonesia berikut ini!


Sinopsis Film Mortal Engines (2018)


Review Film Mortal Engines (2018)

Genre : Aksi, Petualangan, Fantasi
Duration : 2 jam 8 menit
Rating IMDb : 6,9/10
Rotten Tomatoes : 38%

Film Mortal Engines berkisah tentang keadaan sebuah dunia, yang berubah akibat “Perang 60 Menit” yakni perang nuklir antara AS dan China. Setelah bertahun – tahun kemudian, terjadi banyak perubahan dan kekacauan.

Seorang gadis muda bernama Hester Shaw (Hera Hilmar) yang sepertinya memiliki dendam pada pemimpin kota London dan berusaha membunuhnya dengan cara apapun.



Review Mortal Engines (2018) Bahasa Indonesia


Film yang diadaptasi dari novel pertama dari empat seri milik Philip Reeve ini dibuka dengan aksi kejar-kejaran ala Mad Max: Fury Road. Senjata canggih, mesin mengepul hingga kabut debu membuat kami tak bisa menyandarkan punggung di kursi.

Review Film Mortal Engines (2018)

Mortal Engines (2018) layak diperhitungkan bersama dengan film-film bersetting kiamat lainnya. Untuk sebuah pembukaan, film ini tidak buruk. Apalagi saya pergi tanpa tahu nilai Tomatometer dan bocoran test screeningnya.

Setelah film berakhir, saya langsung teringat dengan Avatar-nya Cameron. Bukan karena sama-sama pamer visual indah, tetapi ceritanya juga memiliki konsep yang hampir mirip. Sekelompok manusia putus asa nan barbar yang mencari surga dunia. Ceritanya tidak buruk tetapi penokohannya iya.

Terlalu banyak karakter dengan dandanan ala jagoan game RPG yang muncul, tetapi mereka hanya menjadi properti hidup semata. Untuk sebuah awal, film ini terlalu banyak memakan korban.

Dengan karakter yang cukup banyak, Mortal Engines terlihat penuh hingga beberapa karakter potensial hilang di tengah jalan. Tetapi, bisa jadi karakter-karakter tersebut memang sengaja disimpan untuk sekuel nantinya.

Hal itu terlihat dari betapa fokusnya tim penulis untuk memadatkan latar belakang Hester Shaw, sang tokoh utama. Mereka berniat ‘move on’ andai sekuelnya kelak direstui. Apalagi Hester terlihat masih sangat cupu dan tak semenarik tampilannya di poster.

Baca juga: 10 Film Terbaik yang Dibintangi Megan Fox


Walaupun tak memberi pengalaman sinematik yang baru, Mortal Engines bisa membuat saya betah duduk selama ± 2 jam. Pengambaran dunia, narasi, hingga CGI-nya membuat saya benar-benar masuk ke dalam dunia di mana negara bisa hidup dengan nomaden.

Kami rasa kamu bakal suka dengan ceritanya. Apalagi antagonisnya ada banyak. Jadi tidak dikasih waktu untuk bernapas dengan normal. Tapi untuk menjadi lawan Spider-Man di US pada tanggal 14 Desember, sepertinya tidak cukup sepadan.


Review Film Mortal Engines


Ketegangan sudah terlihat dari awal film, dengan segi visual efeknya menurut kami film ini digarap dengan serius dan tidak usah diragukan lagi. Kamu akan penasaran dengan sosok Hester, si gadis misterius yang memiliki dendam pada salah satu pemimpin kota London, Valentine.

Cerita mulai terkupas seiring berjalannya waktu, kamu akan dijelaskan kenapa Hester begitu dendam dengan Valentine. Selain itu, kamu akan menemukan seorang wanita Asia, Anna Fang yang memiliki peran penting juga dalam film ini.

Akting para pemainnya sangat solid, mereka berhasil memerankan perannya masing-masing dengan baik. Kamu juga akan menemukan beberapa twist didalamnya.

Kamu tidak akan dibiarkan duduk nyaman dikursi kamu karena juga ada beberapa hal yang bikin kamu gregetan.

Meski Rotten Tomatoes memberi rating kecil dari film ini, yaitu 38% dari 34 ulasan, menurut kami film ini sangat direkomendasikan! Dan untuk yang sudah membaca novelnya, mungkin filmnya agak berbeda dari ekspetasi kamu, namun bukan berarti film ini tidak bagus.


Demikian ulasan dan review film Mortal Engines (2018) dalam bahasa Indoenesia. Apakah kamu menyukai film ini?


Loading...

Related Posts

0 komentar: