Review Film Ratu Ilmu Hitam (2019), Penuh Kengerian dan Darah

Sindu
By -
1

Inilah review film Ratu Ilmu Hitam (2019)!


Hari ini kami akan me-review salah satu film Indonesia terbaik tahun 2019, yaitu Ratu Ilmu Hitam. Seperti apakah kualitas filmnya? Langsung saja kita bahas dalam artikel di bawah ini!


Sinopsis Film Ratu Ilmu Hitam (2019)


Review dan sinopsis Ratu Ilmu Hitam
Review dan sinopsis Ratu Ilmu Hitam 2019

Tanggal rilis: 7 November 2019 (Indonesia)
Sutradara: Kimo Stamboel
Produser: Gope T. Samtani
Skenario: Joko Anwar
Perusahaan produksi: Rapi Films
Pemeran: Adhisty Zara

Kedatangan keluarga Hanif, Anton, dan Jefri yang tujuannya ingin menjenguk Pak Bandi menjadi malam yang penuh teror dan malapetaka serta menguak rahasia yang selama ini mereka simpan.


Review Film Ratu Ilmu Hitam (2019)


CERITA

Menjijikkan dan gila! Ketika formula Kimo Stamboel dicampur oleh naskah Joko Anwar, inilah hasil dari percampuran itu. 'Ratu Ilmu Hitam' mungkin tidak memiliki jumpscares yang banyak, namun selalu memberikan teror tanpa henti yang bikin ngilu dan pengen muntah.


Review Ratu Ilmu Hitam (2019), Penuh Kengerian dan Darah

Baca review Ratu Ilmu Hitam (2019)


Penuh senjata dan serangga yang kotor selalu menghantui penonton dan tokohnya. Diawali dengan drama keluarga Hanif yang cukup hangat, namun sudah diawali dengan nuansa seram.

Ketika sampai di rumah Pak Bandi, teror mulai secara perlahan-lahan. Dari bercanda biasa namun lama-kelamaan menjadi nyata dan semakin menyeramkan. Penonton juga akan menebak-nebak siapa yang selama ini menjadi ratu ilmu hitam.


Meskipun begitu, motif pencarian petunjuknya itu terlalu mudah. Agak banyak dalam menyebarkan plot hole, membuat penonton sempat kebingungan.

Akhirnya, di babak ketiga, adanya twist membuat film ini semakin garang dalam bermain horor. Tak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan ilmu hitamnya, sampai rasanya menjadi tidak masuk akal pada akhirnya.


AKTING DAN PERFORMA

Ensemble cast yang cukup baik dalam aktingnya. Semua pemain sangat memuaskan baik yang dewasa maupun anak kecil.

Hannah Al Rashid dan Ario Bayu adalah pasangan paling tangguh dalam film ini, akting keduanya mungkin tidak diragukan kembali.

Mendapatkan lebih banyak porsi, membuat karakternya bisa berkembang dengan baik. Selebihnya, Imelda Therinne dan Tanta Ginting adalah pasangan yang punya banyak masalah, disorot agak banyak dan sangat meyakinkan penonton bahwa akting mereka juga layak diapresiasi.

Salvita De Corte dan Miller Khan mungkin agak kaku, dengan kemistri yang sudah klop namun tak terlalu menonjol. Padahal, penampilan mereka sudah begitu meyakinkan untuk menakutkan penonton.

Review Film Ratu Ilmu Hitam (2019), Penuh Kengerian dan Darah
Review Film Ratu Ilmu Hitam (2019), Penuh Kengerian dan Darah

Pemeran pendukung mudanya, seperti Ari Irham dan Zara JKT48 mempunyai akting yang sudah lebih luwes dari film mereka sebelumnya, sayangnya kurang dimanfaatkan dengan baik karena screentime yang sedikit.

Muzakki Ramdhan, Giulio Parengkuan, dan Shenina Cinnamon justru yang paling disorot dalam kategori mudanya. Muzakki dengan banyak tanyanya berhasil berakting paling unggul dengan parasnya yang lucu serta komedi yang disampaikannya.


Disusul oleh Shenina Cinnamon dan Giulio Parengkuan yang mencuri perhatian lewat akting mereka yang menawan di tengah teror horor ini. Pasangan yang paling menarik perhatian adalah Ade Firman Hakim dan Sheila Dara Aisha.

Kemistri yang baik, meskipun screentime-nya sedikit, tak menyurutkan mereka untuk selalu berlakon bagus dan mencuri perhatian. Yayu Unru meskipun tak banyak dialog, bisa meyakinkan penonton lewat ekspresi dan gerak tubuhnya yang menyeramkan.


TEKNIS PENDUKUNG

Kimo Stamboel bisa menciptakan dunia baru lagi yang lebih luwes dan tak tanggung-tanggung dialam terornya.

Sinematografinya yang cukup apik dan penyutradaraannya yang semakin memuaskan membuat karyanya di bulan November ini sangat menghibur.

Tak seperti di bulan Januari kemarin dengan Dreadout, horornya disajikan dengan begitu tegang dengan scoring dan soundtrack yang membuat sport jantung. Soundtrack yang santai meskipun tidak relevan, dapat membuat penonton merinding.

Penyuntingan yang cukup baik dengan tata artistik dan busana yang memukau meskipun sederhana. Ini baru definisi film horor terbaik!

Kamu sudah nonton film Ratu Ilmu Hitam? Bagikan review dan rating kamu di komen bawah yaa!


Bonus! Review Ratu Ilmu Hitam (1981)


SINOPSIS

Murni yang kecewa karena difitnah Kohar dan membuang Murni ke jurang, ditawari dukun teluh Gendon untuk menjadi ratu ilmu hitam dan membalaskan dendamnya pada siapapun yang telah melukai hidupnya.


CERITA

Meski kualitasnya sudah terkikis, namun horor 'Ratu Ilmu Hitam' versi 1981 ini masih bisa dinikmati dengan baik. Masih dieksekusi dengan baik, masih menyeramkan dan menegangkan. Sama bandingnya dengan versi sekarang, meskipun teknikalnya masih begitu jauh kelasnya.

Dalam versi lamanya, kita disajikan horor dengan teror yang tidak tanggung-tanggung. Murni melakukan terornya dengan balas dendam yang tinggi. Benar-benar berdarah, meskipun ada diantara adegan dengan motif penyerangan yang tidak jelas.

film horor ratu ilmu hitam 1981
review film horor ratu ilmu hitam 1981

Drama romansanya begitu vulgar dan romantis, mengingat dunia sensor film belum seketat sekarang.

Hanya saja, akhir film horor Indonesia jadul masih mengedepankan nilai islami yang tinggi. Film horor jadul malah selalu mengingatkan kita tentang nilai agama yang menjadi nomor satu dalam penyelesaian tiap masalah.

Ending-nya pun memiliki twist yang cukup mengejutkan dan benar-benar puas bagi penontonnya. Review Ratu Ilmu Hitam 1981 berikutnya akan membahas perihal akting dan performa para pemeran filmnya.


AKTING DAN PERFORMA

Suzzanna memang memiliki aura mistis yang kuat. Aktingnya bisa menjadi Murni yang cantik, lembut, dan jelita namun sangat sadis dengan jurus ilmu hitam dan senyumnya yang manis. Bisa membunuh siapa saja dan menambahkan kesan seram dalam film ini.


Alan Nuari berhasil memerankan Kohar yang menyebalkan, walaupun agak kaku dan kebingungan di tengah film. W.D Mochtar menjadi dukun teluh yang kuat dan menakutkan bagi beberapa penonton, karakternya yang tangguh menjadikan dukun ini menjadi highlight film ini.

Pencuri perhatian film ini ada pada Teddy Purba sebagai Permana dengan parasnya yang tampan dan aktingnya yang luwes bisa membawa penonton pada ketenangan hati dengan bumbu-bumbu islami yang dibawanya. Pemeran pendukung lainnya pun cukup bisa menambah jalan ceritanya menjadi seru.


TEKNIS PENDUKUNG

Mungkin tak bisa dibandingkan dengan teknikal zaman sekarang yang sudah canggih, namun tetap memberikan ciri khas sinematik dan tidak asal-asalan dalam membuat film horor.

Tetap menyeramkan meskipun yang menjadi hal aneh adalah transisinya yang kaku dan terlihat maksa. Namun, tata artistik yang sudah jempolan dan make-up yang menjijikkan bisa membuat penonton merasa ketakutan dan seram melihat teror Suzanna.

Sinematografi yang cukup apik, shots yang dibuat menjadi seram, dan penyutradaraan Lilik yang ajib membuat film ini memang seram di tahun 80-an.

Scoring-nya pun sangat dinamis, tak klise dan menambah seram teror ilmu hitam ini. Tata busana pun sangat berwarna, apalagi bagi Suzanna membuat penampilannya malah semakin mengerikan.

Tag: review ratu ilmu hitam 1981 dan 2019, download full movie dan daftar pemeran /cast, fakta di balik kisah nyata karya film horor terseram dan terbaik. Perbedaan film ratu ilmu hitam 1981 dengan 2019 apa saja...

Demikian sedikit ulasan review film Ratu Ilmu Hitam versi 2019 dan 1981. Apakah kamu sudah nonton kedua film di atas? Bagikan review dan rating kamu di komen bawah yaa!

Posting Komentar

1Komentar

  1. Review Ratu Ilmu Hitam

    Sejak awal trailer ratu ilmu hitam keluar, gw cukup memberikan ekspektasi yang tinggi, apalagi di tambah ini merupakan project Kimo Stamboel yang akan berkolaborasi dengan Joko Anwar, dan film nya pun reboot dari film aslinya di tahun 80an.

    Namun yang kita kenal film ratu ilmu hitam ini erat kaitannya dengan Suzzanna. Namun sayangnya film ini tidak menampilkan Suzzanna sama sekali. Namun hal itu malah menyelamatkan sosok Suzzanna, dari kerasnya film ini. Mengambil sudut pandang yang berbeda di film ini, namun film ini tidak meninggal ciri khas nya, kutukan, dendam dan fitnah.

    Film ini memang tidak memiliki Hype yang sama dengan Perempuan Tanah Jahanam yang memang juga di tulis oleh Joko Anwar. Namun bisa di rasakan film ini tampil maksimal, dengan eksekusi nya yang pas.

    Meskipun terpaut hampir 4 dekade dari film aslinya, film ini masih megikuti materi aslinya, namun karena perkembangan jaman, film ini dikemas menjadi sebuah film yang lebih modern. Kengerian yang di tampilkan di film ini bertubi-tubi, bahan ilmu hitamnya pun menyihir para penonton, dengan memberikan phobia-phobia yang membuat penonton lemas dan tidak bisa tidur.

    Sudah pasti berkembangnya jaman, tekhnik dalam mebuat sebuah film berdarah-darah berkembang, beberapa adegan tidak lepas dari CGI, CGI di film ini bisa gw bilang smart, ditambah suasana yang agak gelap, menambah matangnya CGI di film ini.

    Tapi diluar kelebihannya itu, film ini tentu memiliki kekurangan. Banyaknya pemeran di film ini membuat film ini menjadi terlalu riskan, di tambah beberapa pemeran yang aktingnya terlalu berlebihan, bisa langsung membuat penonton kesal.

    Apalagi karena beberapa pemeran yang kurang maksimal, membuat film ini memiliki pendalaman karakter yang dangkal. Kekurangannya lagi adalah ceritanya yang terlalu kopong, tense horror yang tidak terasa, meskipun sudah didukung dengan CGI yang keren.

    Di tambah dengan endingnya yang bener-bener kentang atau bisa gw bilang antiklimkas, bahkan tidak masuk akal. Kalau di bandingkan dengan film aslinya yang memang dengan peralatan atau ilmu yang belum sehebat sekarang, film aslinya jauh lebih unggul.

    #review #ratuilmuhitam

    BalasHapus
Posting Komentar

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!