Review Film Single Part 2 (2019), Karya Raditya Dika yang Setengah-setengah

Hari ini kami akan me-review film terbaru Raditya Dika yang berjudul Single Part 2. Film ini merupakan sekuel dari film Single yang beberapa tahun lalu sukses mengumpulkan jumlah penonton di atas satu juta.

Review Film Single Part 2 (2019), Karya Raditya Dika yang Setengah-setengah

Review Single Part 2 (2019)


Nah, kira-kira film Single Part 2 ini bagus atau tidak ya? Jika kamu penasaran, yuk langsung saja kita ulas review fim Single Part 2 berikut ini!


Sinopsis Film Single Part 2


Sinopsis:

Ebi menuju usia 30 tahun dan masih single. Menuju usia 30 tahun tanpa pernah pacaran. Menuju usia 30 tahun dan masih sendirian.

Sekarang Ebi bertekad sebelum ulang tahunnya yang ke 30 ia harus melepaskan status singlenya. Ia harus punya pacar. Walau Ebi sama sekali tidak tahu bagaimana caranya.


Review Film Single Part 2 (2019)


CERITA

Film 'Single' yang untungnya berhasil menghibur meskipun baru setelah Chandra Liow hadir, film ini terasa hampa baik dalam drama maupun komedinya. Diawali dengan awal yang klise ala Raditya Dika, yaitu penampilan stand-up comedy yang sangat garing membuat film ini terasa tidak meyakinkan.


Menceritakan Ebi yang memang terlihat sudah lebih dewasa, baik dari kehidupan ekonomi, atau penampilannya yang sedikit kikuk namun masih saja sendiri hingga umurnya 30 tahun.

Baca Review Single Part 2, Film Terbaru Raditya Dika
Baca Review Single Part 2, Film Terbaru Raditya Dika

Jujur saja, memang skrip yang dikembangkan sudah sangat dewasa, meskipun lagi-lagi harus disisipkan dengan dialog berlebihan atau tidak penting. Namun, skrip itu juga tidak bisa direalisasikan kepada drama dan komedinya.

Drama yang berlanjut dari film pertamanya milik Ebi dan Angel semakin dihancurkan oleh ide-ide yang inovatif namun tidak berkesan romantis pada penonton.


Alur yang sangat formulaik dan mudah ditebak dari Raditya Dika membuat penonton juga sudah tahu akan setiap kelanjutan adegannya.

Komedinya yang terkesan tidak murahan, namun hampir selalu miss atau apabila lucu, masih terkesan setengah-setengah.

Dengan durasi 128 menit yang diulur-ulur terus dengan adegan yang monoton, membuat film ini terasa semakin panjang tanpa perasaan dan pesan yang mendalam untuk diambil oleh penonton.

Film Single 2 ini pun diakhiri dengan tidak jelas dan membingungkan. Penonton pun harus merasa mindblowing dengan konklusi yang seadanya dan sama sekali tidak memuaskan. Apakah hati Ebi terpaut pada Alika atau Angel?


AKTING DAN PERFORMA

Raditya Dika berhasil merepresentasikan seorang single yang memang sudah single dari lahir. Namun, apakah ada seorang laki-laki yang bertingkah sangat kaku dengan seorang perempuan? Sepertinya tidak ada.

Performanya yang monoton, apalagi ditambah juga dengan tema cerita yang monoton, membuat sekuel ini terasa down dari film sebelumnya.

Annisa Rawles yang tampil dengan paras cantiknya masih terlihat standar aktingnya. Namun, performa aktris yang paling memukau dipegang oleh Mentari Novel.


Meskipun aktingnya yang perlu ditingkatkan lagi, ia berpotensi membawa drama romantis yang lebih dari apa yang disajikan dari film ini. Yang membuat saya selalu tersenyum-senyum agak cringe ialah tokoh Nardi dan Johan yang diperankan oleh Ridwan Remin dan Yoga Arizona.

Review Film Single Part 2 (2019)
Review Film Single Part 2 (2019)

Ridwan Remin tampil dengan baik, meskipun kita tidak dapat merasakan apa yang dia rasakan. Yoga Arizona yang sangat ramai dan berisik yang untungnya bisa menyeimbangkan aktingnya dengan Ridwan. Mereka adalah pemancing komedi yang seharusnya lucu, namun tak bisa tersampaikan dengan baik.

Arif Muhammad menjadi tokoh ala-ala Chandra Liow di film pertamanya, meskipun begitu aktingnya sangat kaku, bahkan tidak bisa memberikan perasaannya pada penonton.

Adegan drama pun terkesan terlalu dilebih-lebihkan jika ada dirinya. Pemeran pendukung lainnya pun dapat mendukung film ini dengan baik, seperti Sophie, transgender yang galak, Tinna Harahap yang gaul menjadi ibu Ebi yang bisa menambah unsur keremajaan film ini, dan Frederik Alexander sebagai Alfa yang lembut dan kalem. Review film Single Part 2 selanjutnya akan membahas teknis pendukung film.


TEKNIS PENDUKUNG

Visual yang indah, namun sayangnya disajikan dengan porsi yang sedikit dan monotonnya sebuah angle kamera.

Sinematografi yang sedikit memuaskan, namun dirusak oleh beberapa adegan dengan shots yang kasar dan mengganggu.


Terkesan ingin lebih mendalami perasaan dramanya, Soraya Intercine Films memakai shots yang monoton seperti zoom ala 'Antologi Rasa' dalam adegan ciumannya. Bukannya mendalami, malahan terasa menjijikkan untuk film ini.

Apalagi dengan tone yang monoton dan sama sekali tidak terhibur. Tata suara yang sedikit berisik dengan transisi musik yang itu-itu saja membuat film ini terasa semakin panjang dan membosankan.

Soundtrack khas Soraya dari Geisha dan D'Masiv pastinya akan membuat penonton malas mendengarnya karena diulang secara terus-menerus.

Penyuntingan yang sedikit kasar dan kurang memuaskan membuat film ini terasa malas. Namun, film ini mungkin masih terlihat mewah dengan setnya yang dibangun cukup niat.

Tag: daftar film raditya dika terbaru yang paling bagus dan rating tinggi. film raditya dika terlaris, jumlah penonton dan pendapatan film terbanyak di indonesia. pemeran penghargaan dan review single part 2, sinopsis dan ulasan resensi film.

Demikian review film Single Part 2 (2019). Apa kamu sudah menonton terbaru Raditya Dika berjudul Single Part 2 ini? Bagikan review dan #rating kamu di komen bawah yaa!


0 Response to "Review Film Single Part 2 (2019), Karya Raditya Dika yang Setengah-setengah"

Posting Komentar