Ulasan dan Review Film Sunyi (Death Whisper)

Hari ini kami akan me-review film horror Indonesia terbaru yaitu film Sunyi (Death Whisper). Film yang disutradarai oleh Aqi Suryadi ini menjadi sajian yang cukup menghibur di tahun 2019 lalu.

Review Sunyi (Death Whisper)

Review Sunyi (Death Whisper)


Nah, penasaran seperti apa kualitas film Sunyi? Simak deh ulasan review film Sunyi setelah tanda titik dua berikut!


Sinopsis Film Sunyi


Tanggal rilis: 11 April 2019 (Indonesia)
Sutradara: Awi Suryadi
Bahasa: Indonesia
Produser: Manoj Punjabi
Editor: Firdauzi Trizkiyanto
Skenario: Awi Suryadi, Agasyah Karim, Khalid Kashogi

Karena bertemu Maggie, hidup Alex tidak sepi kembali dan lebih aman bersamanya. Namun, sesuatu datang untuk meneror sekolah ini setelah Alex melakukan ritual pemanggilan arwah.


Review Film Sunyi (Death Whisper)


CERITA

Dari poster atau trailernya pun saya sudah bisa menebak apa twist dari film ini. Tebakan itu memang benar, tetapi saya tetap saja terkejut karena ternyata eksekusi twist yang berbeda dari yang lainnya.

Meskipun hasil adaptasi dari film Korea terkenal 'Whisperring Corridors', 'Sunyi' tetap menyesuaikan ceritanya dengan apa yang terjadi di Indonesia.


Guru killers pun diganti menjadi bully antar teman yang menjadikan pembagian kasta di sekolah ini. Dua sahabat yang erat digantikan dengan satu orang misterius yang ditemani oleh satu perempuan cantik.

Horor yang disajikan mungkin tidak menyeramkan, terlebih lagi dengan jumpscares yang sangat mudah untuk ditebak. 'Sunyi' dibuka dengan sangat meyakinkan dan berjalan sedemikian seramnya, hingga menawarkan konklusi yang bagus meskipun tak se-memorable seperti 'Whisperring Corridors'.


AKTING DAN PERFORMA

Secara mengejutkan, Angga Yunanda dan Amanda Rawles tampil dengan apik. Kemistri mereka sebagai pasangan di film ini malah memberikan rasa manis bagi 'Sunyi'. Tidak terlalu berlebihan, namun masih terasa romansanya.

Review Film Sunyi (Death Whisper)
Review Film Sunyi (Death Whisper)

Naomi Paulinda pun menjadi karakter pendukung yang paling ngeselin di film ini. Mengangkat tema bully membuatnya terasa menjadi tokoh antagonis utama yang paling menonjol.

Tidak kalah menarik, Arya Vasco dengan muka garangnya berhasil membuat saya sedikit bergidik, meskipun tak setotal Naomi pada aktingnya.


Teuku Rizky adalah bumbu yang mungkin sedikit menghibur, meskipun saya tidak bisa menangkap jokes-nya atau suasana yang diberikannya pada tiap adegan.

Pemeran pendukung lainnya pun bermain dengan cukup apik, meskipun tak seperti Ibu Dayu Wijanto dan Bapak Verdi Solaiman yang memberikan rasa tegang yang lebih tinggi.


TEKNIS PENDUKUNG

Awi Suryadi berhasil membawa penonton pada level horor yang berbeda! Dengan sinematografi yang cukup terjaga dan color grading yang pucat, 'Sunyi' sangat asik untuk diikuti sebagai film horor.

Film Sunyi pun menawarkan hal yang berbeda bagi penontonnya. Diawali dengan opening sequences yang meyakinkan dan bahkan bisa dibilang lebih bagus daripada 'Whisperring Corridors' sendiri, penonton akan terus disajikan adegan gory yang mencekam dan bikin bulu kuduk merinding.

Review Film Sunyi (Death Whisper)
Ulasan film Sunyi (Death Whisper)

Set sekolah yang dibuat sedetail mungkin dengan suasana 2000an membuat penonton bilang "wah gila sih ga expect banget" or "sekolahnya memadai banget", apalagi waktu liat foto presiden Abdurrahman Wahid dengan wakilnya, Megawati. Aarrghh, bagus bat dah nih film.

Meskipun begitu, penyuntingan dan scoring yang digunakan masih sedikit mengganggu dalam beberapa adegan.

Tag: sunyi movie review terbaru, pemeran dan daftar fakta di balik kisah nyata film horor sunyi death whisper, sutradara dan pemeran, budget membuat film horor indonesia adalah...

Demikian ulasan review film Sunyi (Death Whisper). Kamu sudah nonton #Sunyi? Bagikan review dan rating kamu di komen bawah ya! Film Sunyi masih tayang di Cinema21, CGV, Cinemaxx, dan bioskop Indonesia lainnya!


0 Response to "Ulasan dan Review Film Sunyi (Death Whisper)"

Posting Komentar