Apakah Psikologi Itu? Pahami Pengertian dan Jenis Aliran Psikologi

Sindu
By -
0

Pada artikel kali ini kami akan membahas pengertian Psikologi

Penderitaan berhenti dialami pada saat manusia menemukan makna hidupnya. (Viktor E. Frankl)

Asal Kata Psikologi

Kata psikologi nampak lebih mudah ketika yang dibicarakan hanya tentang asal-muasal kata itu. Kata psikologi secara harfiah berarti “ilmu tentang pikiran” yang terdiri atas dua kata dalam Bahasa Yunani psukhê yang artinya “nafas, jiwa, pikiran” (Bahasa Inggris: breath, soul, mind) dan logos yang artinya “ilmu”. Namun masalah nampak menjadi semakin serius ketika kita ingin menemukan penyebab mengapa arti pikiran menjadi demikian penting.

Banyak ahli tertarik kepada apa yang dilakukan oleh manusia, dan terlebih dari itu banyak orang mengajukan pertanyaan yang jauh lebih mendalam: "Mengapa kita melakukannya?" Sejak pikiran dan perilaku diduga banyak berkaitan satu sama lain, atau dalam bahasa yang lebih mudah: ''pikiran menentukan perilaku'', maka sejak saat itulah psikologi menjadi ilmu yang sangat penting. Ringkasnya, dalam perkembangannya, psikologi bukan hanya menjadi ilmu tentang pikiran namun berkembang lebih luas menjadi ilmu tentang perilaku serta proses-proses dalam diri yang melatarinya, termasuk -- dalam hal ini -- pikiran.

Mungkin Anda bertanya-tanya di mana letak perasaan dalam hal ini. Sebagian ahli psikologi menyatakan bahwa perasaan adalah bagian dari pikiran juga. Perasaaan, tidak lain menjadi ada karena proses-proses yang mirip seperti hadirnya pikiran. Pada ranah klinis dalam Psikologi, perasaan diyakini terwujud sebagai hasil dari proses neuro- kimiawi di dalam otak dan jejaring sel saraf manusia

Suatu konsep Psikologi dalam peradaban Barat akan dianggap sebuah kajian tentang psikologi yang benar secara keilmuan ketika memang bisa dibuktikan dengan pengamatan (observasi) atau percobaan (eksperimen) alih-alih hanya merupakan sebuah teori yang berdasarkan logika murni yang abstrak. Karena prasyarat dari science atau ilmu dalam peradaban Barat adalah empirical yang artinya “berbasis-bukti” , “terlihat” , atau “dialami”.

Dengan demikian, maka latar biologis dan neuro- kimiawi menjadi penting dalam telaah mengenai perilaku. Dengan catatan, bahwa hal ini bukanlah pernyataan yang bebas dari perdebatan yang substansial. (Sebagai pengantar, lihat perbedaan berbagai aliran Psikologi di bawah.


Aspek-aspek yang Dicakup Psikologi

Secara garis besar, psikologi mencakup area keilmuan berikut ini

Binatang dan manusia 

Banyak orang yang menyangka bahwa psikologi hanya mempelajari manusia, namun dalam percobaan tentang proses-proses dalam diri ini, binatang juga banyak dilibatkan terutama ketika menghadapi masalah etika tentang objek penelitian yang melibatkan manusia, misalnya ketika menguji- coba sebuah zat percobaan di otak yang belum pernah diketahui hasilnya. Maka dalam hal ini binatang-binatang dianggap pengganti yang lebih berterima secara moral daripada menggunakan objek manusia.


Keturunan atau lingkungan 

Di sepanjang sejarah psikologi selalu ada pertentangan akan mana yang lebih berperan, apakah faktor keturunan atau faktor lingkungan. Faktor keturunan merujuk pada apa yang diwariskan secara turun-temurun secara genetis, dari generasi ke generasi. Sementara faktor lingkungan merujuk pada apa yang terjadi di sepanjang hidup termasuk pengetahuan, pengalaman hidup, trauma, atau luka yang diperoleh fisik misalnya karena kecelakaan lalu-lintas.

Walaupun banyak penelitian membuktikan bahwa kedua faktor ini berpengaruh, baik secara sendiri- sendiri maupun dengan cara saling berinteraksi, namun kesimpulan ini tidak cukup untuk menghentikan dilakukannya penelitian-penelitian lainnya untuk memperkuat atau memperlemah kesimpulan ini.


Alam sadar dan alam bawah sadar 

Sebuah perilaku banyak dipengaruhi oleh kesadaran atau alam sadar kita, namun ada banyak konsep psikologi yang berpendapat bahwa alam bawah sadar yaitu sebuah ranah diri manusia yang terletak di bawah pengetahuan kesadaran diri mempengaruhi latar/motif tindakan.


Normal dan tidak normal 

Kadar penderitaan (distress) dan keterbatasan (disability) dijadikan ukuran untuk menentukan apakah pikiran dan perilaku seseorang itu termasuk kategori normal atau tidak normal. Ukuran-ukuran tentang kadar keselarasan dengan lingkungan (maladaptive), ketidakteraturan/ ketidakterkelolaan/ ketidakterkendalian (disruptive), atau bahaya dan kerusakan yang ditimbulkannya (harm) terhadap individu atau masyarakat juga dijadikan tolok ukur untuk menentukannya.


Rentang usia 

Karena faktor lingkungan atau faktor perjalanan hidup di atas banyak berpengaruh kepada pembentukan diri pada manusia, maka psikologi mengkaji keseluruhan perjalanan hidup manusia, namun ada banyak penelitian psikologi yang hanya mengkaji rentang usia tertentu saja, misalnya tentang masa pra-sakit pada gangguan skizofrenia yang sangat banyak terjadi di usia remaja akhir dan dewasa awal. (Skizofrenia adalah semacam gangguan halusinasi yang dialami dalam jangka waktu yang lama).


Sejarah Kemunculan Ilmu Psikologi

Psikologi sebenarnya termasuk ilmu yang muncul belakangan, karena banyak ilmu yang lain – seperti fisika, kimia, atau biologi – berawal di zaman kuna. Psikologi baru menjadi suatu ilmu yang mandiri lepas dari kelimuan lain sejak 1879, sejak Wilhem Wundt (1832-1920) memulai laboratorium penelitian psikologi resmi pertama di Universitas Leipzig, Jerman.

Sebenarnya ada peneliti-peneliti lain yang memulai lebih awal daripada Wundt, namun Wundt-lah yang yang pertama kali menyebut Psikologi sebagai ilmu berdasarkan eksperimen yang mandiri. Dan menamakan fasilitas-fasilitasnya sebagai laboratorium psikologi. Wundt juga adalah pemula dalam mengadakan jurnal psikologi yang berkonsentrasi pada pembahasan fungsi organ-organ tubuh yang berpengaruh pada proses psikologis.


Macam-Macam Pendekatan Atau Sudut Pandang Dalam Psikolo

Jika hanya dilihat dari sudut pandang atau perspektif keilmuan psikologi yang kemudian berkembang itu maka muncullah psikologi dengan perspektif:

Biologis, atau mungkin lebih akurat jika dikatakan sebagai berperspektif Fisiologis, yan g menjelaskan perilaku berdasarkan fungsi alat-alat tubuh.

Evolusioner, dengan penekanan pada pewarisan secara turun-temurun (genetis), evolusi (yaitu perkembangan secara lambat dalam waktu yang lama), dan seleksi alamiah (yaitu seleksi di alam yang menyingkirkan yang tidak selaras dengan alam dan mempertahankan mereka yang paling adaptif) sebagai pusatnya.

Humanistik, dengan penekanan pada pencapaian atau pemaksimalan potensi manusia sepenuh-penuhnya, yang sering disebut dengan aktualisasi diri. (Lihat bagian selanjutnya di bawah)

Kognitif, dengan penekanan pada proses-proses mental berpikir, pemrosesan informasi, penggunaan logika, dan pemecahan masalah.

Sosiokultural, dengan penekanan pada perbandingan-perbandingan antara suku, etnis, ras, atau kelompok budaya yang berbeda lainnya (misalnya perbandingan antara perilaku masyarakat perkotaan dan perdesaan)

Sebagai sebuah pengantar sederhana yang memperkenalkan Apakah Psikologi Itu? maka hal-hal lainnya yang relevan namun dapat memperumit pemahaman tidak dijelaskan, misalnya saja pembagian Psikologi berdasarkan jenis keahlian, seperti Psikologi Klinis, Psikologi Forensik, Psikologi Industri, dan sebagainya.


Apakah Beda Antara Psikologi dan Filsafat?

Pembahasan tentang pikiran dan perilaku yang menjadi topik psikologi telah banyak dibahas pada zaman kuna, walaupun pada saat itu belum didirikan sebagai ilmu yang mandiri. Salah satu Ilmu yang menjadi dasar dari Psikologi adalah Filsafat yang menekankan pada pemikiran murni; selain juga ilmu pengetahuan alam dan kedokteran yang merupakan dasar kelimuan yang agak berbeda karena lebih menekankan pada aspek fisik dan biologis.

Psikologi Adalah Ilmu tentang Jiwa, Berikut Jenis .

Telah sejak zaman Peradaban Babilonia (kini merupakan wilayah yang disebut sebagai Irak) bidang Filsafat membahas tentang tautan antara pikiran dan perilaku. Tulisan tulisan tentang kepribadian, belajar, dan motivasi telah banyak dibahas sejak zaman peradaban tinggi yang sangat awal. 

Tulisan-tulisan Socrates dan Aristoteles, dari peradaban Yunani Kuna, adalah dua di antaranya yang sangat terkenal. Selain itu, pada kenyataannya di abad ke-18 dan ke-19 memang ada banyak Jurusan/Departemen Psikologi yang berkembang dari Jurusan Filsafat/Departement of Philosophy. 

Aristoteles (384–322 SM) adalah filsuf Yunani Kuna, yang menyatakan bahwa kemampuan memainkan alat musik seruling merupakan perolehan yang bisa didapat dengan cara belajar dari lingkungan. Gambar adalah ilustrasi yang berasal dari masa 360–340 SM di Eropa Barat.

Psikolog dan para filsuf seringkali berupaya menjawab pertanyaan yang sama. Sebagai contoh dalam hal tarik-menarik antara faktor keturunan/bawaan dan lingkungan/perjalanan hidup di atas (pada bagian Aspek-Aspek yang Dicakup oleh Psikologi), Plato, seorang filsuf Yunani Kuna yang banyak dikutip dalam buku-buku Psikologi, dari abad ke-4 Masehi, berpendapat bahwa seorang manusia lahir dengan pengetahuan dan kemampuan mental bawaan. Sementara John Locke, seorang filsuf Inggris pada abad ke-17 Masehi, malah mengatakan sebaliknya, bahwa pikiran manusia ketika dilahirkan hanyalah tabula rasa atau kosong dari hal-hal bawaan semacam itu.

Yang menjadi perbedaan antara psikologi dan filsafat adalah penekanan pada pengamatan dan eksperimen. Filsafat hingga sekarang tetap pada jalurnya yang lebih banyak mempertahankan pemikiran murni, sementara psikologi memisahkan diri sejak 1879 dengan menjadikan pengamatan/observasi sebagai metode ilmiahnya.

Tag: Psikologi Adalah Ilmu tentang Jiwa, Berikut Jenis, Pengantar Psikologi / Wasty Soemanto, Pahami Pengertian dan Jenis Aliran Psikologi, Apa Itu Psikologi, materi psikologi psikologi manusia pdf psikologi berasal dari kata, Psikologi adalah ilmu yang Mempelajari tentang

Demikian pembahasan singkat mengenai pengertian psikologi. Baca juga: Macam-macam Aliran Psikologi dan Penjelasannya Lengkap

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!