Minggu, 17 Februari 2019

Review Film Antologi Rasa (2019)


Yuk kita ulas kelebihan dan kekurangan film Antologi Rasa!

SinduLin.web.id – Setelah sebelumnya kami me-review film Mata Batin 2, kali ini kami akan membahas film Indonesia terbaru lainnya yang tayang pada tahun 2019, yaitu Antologi Rasa. Film bergenre romantis ini dijamin bakal bikin kamu baper. Penasaran? Simak deh review lengkapnya di bawah ini!


Review Film Antologi Rasa (2019)


Baca review Antologi Rasa (2019)
Baca review Antologi Rasa (2019)

Antologi Rasa hadir di hari Valentine tahun 2019 untuk memberi rasa pahit dan manis bagi mereka yang menemukan, namun tak bisa memiliki.

Sebuah drama cinta segi-empat - tidak segi-empat banget sebenarnya - yang sederhana dan bagi saya tidak membawa banyak hal baru. Kejutan untuk Kami adalah bagaimana penampilan Herjunot Ali berubah dari sosok yang tidak saya suka, menjadi sosok yang luar biasa setelah setengah cerita berlalu.


Saya tidak tahu apakah itu karena ceritanya atau aktingnya, tetapi saya sempat merasa Herjunot bukan sosok yang tepat untuk memerankan Harris.

Rizal Mantovani punya potensi yang cukup banyak terbuang dalam mengarahkan Antologi Rasa. Drama ini tertolong oleh beberapa musik latar dalam membangun suasana intim di antara Keara-Harris-Ruly. Nyatanya tak ada adegan yang bisa membawa saya pergi dengan roller coaster.

Kepedihan Keara terhadap Ruly tak tersampaikan, begitu juga kekecewaan Harris pada Keara. Saya berharap bahwa nyanyian musisi itu berhenti dan membiarkan tiga pemeran ini memberi nyawa pada karakter mereka. Bukan hanya dengan beradu mata apalagi menangis tersedu-sedu menghadap jendela.


Film Antologi Rasa pun sebenarnya banyak menangkap lanskap hingga lokasi indah untuk sekedar menjadi penyegar mata atau mendukung adegan sederhana.

Tapi, latar dan adegan seperti berdiri masing-masing. Pada akhirnya semua tertumpuk di dalam mobil, apartemen, hingga kantor yang suntuk. Itulah sebabnya saya menginginkan chemistry lebih diutamakan di sini.

Review Film Antologi Rasa (2019)
Ulasan Review Film Antologi Rasa

Di saat film-film Hollywood bisa membuat dada saya membuncah dan pikiran meletus hanya dengan adegan sunyi senyap, drama kita malah terkesan berisik dan terlalu ekspresif dalam menunjukkan maksud. Itu yang membuat Kami merasa Antologi Rasa punya rasa yang sama dengan drama lain meski dikemas lebih mewah.

Penampilan Herjunot menjadi hal yang menghibur untuk Kami. Refal pun menunjukkan kehebatannya setelah disia-siakan pada OKB kemarin. Dan saya sedikit tidak nyaman dengan dubbing meleset di dalam mobil antara Harris & Keara. Padahal itu momen puncaknya.


Nah, demikian sedikit review film Antologi Rasa yang masih dapat kamu saksikan di layar bioskop Indonesia. Apabila kamu juga sudah menonton filmnya, jangan lupa sampaikan pendapatmu di kolom komentar ya...

Next > Review Film Glass (2019)


Loading...

Related Posts

0 komentar: