Minggu, 17 Februari 2019

Review Drakor Memories of the Alhambra (MotA) Bahasa Indonesia


Yuk baca revew drama korea Memories of the Alhambra di bawah ini!

Review Drakor Memories of the Alhambra (MotA) Bahasa Indonesia
Review Drakor Memories of the Alhambra (MotA) Bahasa Indonesia

SinduLin.web.id – Sebelumnya kami sudah me-review drama korea City Hunter, kali ini kami akan membahas drama korea terbaru 2019 yang tidak kalah keren, yaitu Memories of the Alhambra. Simak deh ulasan lengkapnya di bawah ini!


Review Drama Memories of the Alhambra


Film Memories of the Alhambra (MotA) dibuka dengan meyakinkan dan menarik perhatian bagi mereka yang menyukai dunia game, khususnya tipe RPG.

Istilah party, grinding, GB, sampai dungeon pun digunakan untuk menciptakan dunia gamenya. Namun lambat laun Saya menyadari bahwa penulis naskahnya tak benar-benar paham akan dunia game.

Semakin mendekati akhir, dunia game terlihat makin monoton. Tak semenarik saat Jin-Woo masih berada di level rendah. Bahkan seiring meningkatnya level, Saya tak merasakan kesulitan game yang ikut bertambah.

Jika drama korea Memories of the Alhambra bisa sedikit menahan diri, mungkin Saya juga bisa menikmati sisi dramanya. Drama ini sejatinya tak memerlukan bumbu percintaan, karena kisah persahabatan 3 prianya jadi tidak digali dan ditampilkan dengan baik.

Akhirnya dampak kisah Jin-Woo dan Hee-Joo yang tidak penting itu mempengaruhi perasaan saya dalam menerima penyelesaian cerita utamanya. Konflik yang dibangun oleh Yoo-Ra juga terkesan dipaksa sehingga cerita menjadi sesak dan menyiksa. Terlebih lagi, penyelesaiannya tidak memberi kejutan apa-apa.

Meski begitu, drakor Memories of the Alhambra dibuat berbeda dari drama lain. Tak banyak menyelipkan original soundtrack ke dalam adegan cerita, dan anehnya suara Ailee tetap terngiang di kepala sampai akhir episode.

Review Drama Memories of the Alhambra Indonesia
Review Drama Memories of the Alhambra Indonesia

Di sisi lain, teknis pengambilan gambar film ini memang menarik karena mengangkat tema ‘game’, tetapi tidak dengan efek visualnya yang sering bocor – khususnya dalam memberi efek cuaca. Lanskap Granada yang indah gagal dimanfaatkan, terlalu banyak menyorot produk sponsor, hingga tak memperhatikan detail-detail dalam membangun suasana cerita.

Tukang kayu mana yang tidak tertawa melihat bengkel milik Hee-Joo? Terlalu modern dan tidak sehat. Bahkan adegan yang menekankan bahwa ia seorang pakar gitar pun hanya adegan menyerut kayu yang sama berulang-ulang.

Alur maju-mundurnya juga dibuat untuk memperpanjang durasi dan mengulur cerita. Sayang sekali~


Demikian pembahasan review drakor Memories of the Alhambra dalam bahasa Indonesia. Bagaimana pendapatmu mengenai drama korea satu ini?


Loading...

Related Posts

0 komentar: