Review Drakor Memories of the Alhambra (MotA) Bahasa Indonesia

Yuk baca revew drama korea Memories of the Alhambra di bawah ini!

Review Drakor Memories of the Alhambra (MotA) Bahasa Indonesia
Review Drakor Memories of the Alhambra (MotA) Bahasa Indonesia

SinduLin.web.id – Sebelumnya kami sudah me-review drama korea City Hunter, kali ini kami akan membahas drama korea terbaru 2019 yang tidak kalah keren, yaitu Memories of the Alhambra. Simak deh ulasan lengkapnya di bawah ini!


Review Drama Memories of the Alhambra


Film Memories of the Alhambra (MotA) dibuka dengan meyakinkan dan menarik perhatian bagi mereka yang menyukai dunia game, khususnya tipe RPG.

Istilah party, grinding, GB, sampai dungeon pun digunakan untuk menciptakan dunia gamenya. Namun lambat laun Saya menyadari bahwa penulis naskahnya tak benar-benar paham akan dunia game.

Semakin mendekati akhir, dunia game terlihat makin monoton. Tak semenarik saat Jin-Woo masih berada di level rendah. Bahkan seiring meningkatnya level, Saya tak merasakan kesulitan game yang ikut bertambah.

Jika drama korea Memories of the Alhambra bisa sedikit menahan diri, mungkin Saya juga bisa menikmati sisi dramanya. Drama ini sejatinya tak memerlukan bumbu percintaan, karena kisah persahabatan 3 prianya jadi tidak digali dan ditampilkan dengan baik.

Akhirnya dampak kisah Jin-Woo dan Hee-Joo yang tidak penting itu mempengaruhi perasaan saya dalam menerima penyelesaian cerita utamanya. Konflik yang dibangun oleh Yoo-Ra juga terkesan dipaksa sehingga cerita menjadi sesak dan menyiksa. Terlebih lagi, penyelesaiannya tidak memberi kejutan apa-apa.

Meski begitu, drakor Memories of the Alhambra dibuat berbeda dari drama lain. Tak banyak menyelipkan original soundtrack ke dalam adegan cerita, dan anehnya suara Ailee tetap terngiang di kepala sampai akhir episode.

Review Drama Memories of the Alhambra Indonesia
Review Drama Memories of the Alhambra Indonesia

Di sisi lain, teknis pengambilan gambar film ini memang menarik karena mengangkat tema ‘game’, tetapi tidak dengan efek visualnya yang sering bocor – khususnya dalam memberi efek cuaca. Lanskap Granada yang indah gagal dimanfaatkan, terlalu banyak menyorot produk sponsor, hingga tak memperhatikan detail-detail dalam membangun suasana cerita.

Tukang kayu mana yang tidak tertawa melihat bengkel milik Hee-Joo? Terlalu modern dan tidak sehat. Bahkan adegan yang menekankan bahwa ia seorang pakar gitar pun hanya adegan menyerut kayu yang sama berulang-ulang.

Alur maju-mundurnya juga dibuat untuk memperpanjang durasi dan mengulur cerita. Sayang sekali~


Demikian pembahasan review drakor Memories of the Alhambra dalam bahasa Indonesia. Bagaimana pendapatmu mengenai drama korea satu ini?


1 Response to "Review Drakor Memories of the Alhambra (MotA) Bahasa Indonesia"

  1. Review Memories of the Alhambra

    Nonton ini bikin gue jadi buka lagi buku sejarah lama gue yg judulnya "The Greatness of Al Andalus".

    Pasalnya karena setting MoA ini ngambil di Granada Spanyol.
    Ide tentang pengembangan games Augment Reality bertema perang di era kerajaan Nasrid abad ke 11, yang ketika itu berada dalam kekuasaan Islam, kerennya minta amplop!! bikin gue penasaran kenapa Kdrama ini ambil setting Alhambra, Granada dan dengan judul Memories of Alhambra?

    Tapi ceritanya sendiri sebenernya bukan soal sejarah Granadanya, melainkan tentang eror yang terjadi dalam games AR tersebut. Plot-nya juga seputar masalah persahabatan dan pengkhianatan, tapi gue curiga bahwa plot yang diambil seputar permasalahan internal Jin Woo (Hyun Bin) merupakan pengejawantahan dari latar belakang sejarah Alhambra itu sendiri, deh ��️ bukan sekedar kepengen doang atau iseng2 aja ngambil setting Granada gituu ��

    Salah satu contoh nih, scene battle AR terakhirnya ambil setting di gereja, literally inside the church, in front of the Jesus' cross! Padahal siy kalo diliat dari plotnya, ga usah di gereja juga ga apa2 banget, ngga ngaruh sama jalan cerita, jadi kenapa mesti di situuu? jadinya kan bikin gue nyambungin sama sejarah kisah kekuasaan Islam di Granada yang diakhiri oleh penguasaan kerajaan Katolik. Gue rasa ini bukan kebetulan ����

    Apakah Kdrama sudah memiliki tim litbang sendiri sebagai penunjang skenario ataukah penulis skenarionya masih terbang solo (dengan asisten) yang meski ada riset namun prioritas fokus tetap pada penulisan aja?

    Soalnya ngeliat kualitas Kdrama udah kayak bukan sekedar drama aja deh ah, udah kayak film berseri aja ini mah!

    Beralih ke topik menarik lainnya soal Augment Reality. Yang diangkat di MoA ini bener2 bikin mangap pokoke, games yg dimainkan secara real menggunakan lensa pintar dan harus dimulai di tempat yang ditentukan (yaitu di Alhambra, Granada).


    Menawarkan ide tentang prospek bisnis pariwisata yang lebih luas melalui sebuah games AR. Konon menurut #Reviewiet dalam beberapa Webtoon, ide cerita AR ini bahkan dibawa ke ranah pengajaran, desain dan fashion.

    Seger seger segerrrr......... Jadi gaes kumasih kepikiran, apa pesan yang ingin Memories of Alhambra ini sampaikan sebenarnya? bagi yg udah nonton, udah punya tangkepan? bagi2 ya..

    BalasHapus