Review Mangkujiwo (2020), Film Horor Indonesia Terbaru Karya Kinoi Lubis

Mangkujiwo adalah film horor Indonesia terbaru garapan sutradara Azhar Kinoi Lubis. Film yang diproduksi oleh MVP Pictures ini sudah tayang di bioskop Indonesia semanjak 30 Januari 2020 lalu.

Review Mangkujiwo (2020), Film Horor Indonesia Terbaru Karya Kinoi Lubis

Review Mangkujiwo (2020)


Seperti apakah kualitas film Mangkujiwo ini? Apakah bagus, seram dan menegangkan ataukah malah buruk dan tidak menghibur? Simak pembahasan review film Mangkujiwo berikut ini untuk mengetahuinya!

Jangan lupa juga membaca 14 Rekomendasi Serial TV Bertema Perjalanan Waktu.


Sinopsis Film Mangkujiwo 


Tanggal rilis: 30 Januari 2020 (Indonesia)
Sutradara: Azhar Kinoi Lubis
Produser: Raam Punjabi
Bahasa: Indonesia
Penulis: Dirmawan Hatta
Perusahaan produksi: MVP Pictures

Sinopsis:

Setelah disingkirkan dari jabatannya di Keraton oleh Cokrokusumo, Brotoseno berniat membalas dendam. Brotoseno mengajak seorang perempuan bernama Kanti yang juga dipenuhi kebencian kepada Cokrokusumo.


Review Film Mangkujiwo (2020)


CERITA

Film 'Mangkujiwo' bukan sebuah prekuel biasa, melainkan sebuah karya Azhar Kinoi Lubis yang bukan tipikal horor yang berisik, namun bisa menakuti sampai perasaan penonton.

Review Film Mangkujiwo horor indonesia 2020
Ulasan review film horor Mangkujiwo

Kinoi menjadikan film ini sebagai teka-teki, misteri dijalin secara acak dan menyatu menjadi sebuah konklusi yang menarik perhatian.

Horornya pun dimulai langsung dengan konflik batin dan raga dari Kanthi, meneror lewat psikis dengan penyiksaan terhadap Kanthi yang bikin ngilu. Kita bisa menyaksikan horor ini tanpa jumpscares yang bertubi-tubi dan melelahkan, namun bisa menusuk hati penonton.


Terbagi atas tiga subplot yaitu Kanthi, Uma, dan Karmila, mungkin dua subplot pertama terjalin dengan begitu baik dan banyaknya kilas balik memberikan informasi jelas pada kita.


Namun, subplot Karmila rasanya begitu terlupakan dan tak terlalu penting, padahal begitu berpotensial yang akan berujung pada nasib Karmila di Kuntilanak 2.

Misteri berjalan sampai ada twist yang benar-benar memuaskan, walaupun mudah untuk ditebak. Rangkaian ceritanya semakin seru untuk diikuti dengan adanya aksi yang mulai menawarkan keindahannya.

Sayangnya, di babak ketiga, performa film ini turun karena transisi cerita yang terlihat tiba-tiba dan kurang meninggalkan bekas yang lama bagi penonton. Ending-nya medioker dan masih terlalu terburu-buru, walaupun konklusinya memuaskan.


AKTING DAN PERFORMA

Semua cast dalam film ini memang bermain secara apik, meskipun beberapanya hanya tampil terlalu minor.

Asmara Abigail begitu totalitas dalam memerankan Kanthi. Dirinya bisa memuaskan dalam memberikan rasa sakit dan takut pada penonton, merasuki jiwa dan perasaan penonton.

Sudjiwo Tedjo juga memberikan rasa yang sama, perihnya dirinya tersakiti. Aktingnya sebagai Brotoseno lebih menjiwai ketimbang Roy Marten sebagai Tjokro Kusumo yang agak kaku dan sedikit dipaksakan.

Review dan sinopsis film Mangkujiwo
Review dan sinopsis film Mangkujiwo

Hal yang paling mencuri perhatian adalah lincahnya Yasamin Jasem dan performa Djenar Maesa Ayu yang menawan. Yasamin Jasem begitu apik dalam akting horornya ini. Balas dendamnya begitu terasa pada penonton, dirinya bisa menyalurkan setiap perasaan kepada penonton.

Djenar Maesa Ayu juga memiliki keanggunan yang begitu apik. Performanya sama bagusnya seperti Sudjiwo Tedjo.

Sayangnya, Karina Suwandi hanya diberikan ruang sempit dan memberitahu bahwa film ini masih ada kaitannya dengan Karmila. Pemeran pendukung lainnya pun dapat mendukung ceritanya menjadi lebih baik.


TEKNIS PENDUKUNG

Azhar Kinoi Lubis berhasil membuat film ini menjadi lebih indah dan membangkitkan kembali franchise Kuntilanak yang lebih original dan bermakna.

Sinematografinya begitu apik, pembawaan tiap teknikalnya sangatlah mengesankan. Meskipun begitu, tetap bisa menjadikan horornya paling major dalam film ini.

Soundtrack dan scoring-nya begitu menegangkan, membawa prekuel ini kepada zaman dahulu yang tradisional.

Tata artistik Jawa-nya begitu kental, dalam adegan ritual ataupun biasa pun, gaya klasik pun begitu berwarna, walaupun tema film ini adalah horor. Yang disayangkan adalah penyuntingan film ini yang kurang rapi dan cukup mengganggu.


Demikian ulasan review film Mangkujiwo (2019) dalam bahasa Indonesia. Apakah kamu sudah menonton film Mangkujiwo? Bagikan review dan rating kamu di komen bawah yaa!

Film Mangkujiwo saat ini masih tayang di bioskop Cinema21, CGVCinemas, CinepolisID, dan bioskop Indonesia lainnya. Yuk nonton!


0 Response to "Review Mangkujiwo (2020), Film Horor Indonesia Terbaru Karya Kinoi Lubis"

Posting Komentar