Review Film Mekah I’m Coming, Sajian Komedi Seru dan Absurd

Simak ulasan sinopsis dan review film Mekah I’m Coming di bawah ini!

SinduLin - Premis sederhana dan klise bukan halangan bagi Jeihan Angga untuk menghiburku hingga terpingkal-pingkal. Biarpun absurd, Mekah I’m Coming punya cara tersendiri untuk bercerita dan menghadirkan kejutan yang tak terduga.

Tak hanya materinya yang kuakui menarik, penampilan para aktor pun sukses melipur. Membuat Mekah I’m Coming layak dinobatkan sebagai salah satu maha karya di genrenya.

Review dan Sinopsis Film Mekah I'm Coming
Review dan Sinopsis Film Mekah I'm Coming

Pepatah “Jangan menilai buku dari sampulnya”, sangat berlaku di Mekah I’m Coming. Judul dan isi boleh jadi tidak nyambung, tetapi bagaimana Jeihan menyatukannya dengan cara tidak wajar memberi hiburan yang tidak biasa.

Ia selalu punya cara – yang mindblowing – untuk menarik benang merah atau mempertemukan materi-materi nyentrik yang kaya akan referensi komedi-budaya lawasnya. Deus ex Machina & Chekhov’s Gun digunakan dengan sangat baik untuk merubah arah plot yang seringkali tidak terdeteksi sebelumnya.

Sama seperti cerita, karakter yang dihadirkan juga berperilaku sama. Film ini seperti dunia kartun di mana karakter dibentuk bermacam rupa, sifat dan punya ciri khas yang ditujukan untuk menarik perhatian.

Di dunia ini juga Jeihan dapat sesuka hati memunculkan benda-benda aneh secara ajaib untuk mendukung adegan konyolnya. Michelle Ziudith paling banyak menarik perhatianku karena mengesampingkan satu dan lain hal dari gambaran akan dirinya.


Rizky Nazar pun sama, apalagi kecocokannya dengan Michelle sudah matang secara instan dari pengalaman.

Terakhir, seandainya Jeihan menutup cerita dengan tetap mempertahankan ‘Mekah’ itu sendiri kurasa akan lebih baik daripada yang  disajikan.

Ia sempat menyentil keajaiban panggilan Tuhan, dan kupikir hal itu akan dipanggil lagi karena bisa memberi keharuan yang tepat setelah lelah tertawa.

Terlepas dari itu semua, jangan sampai kamu biarkan film ini berlalu begitu saja di bioskop kesayangan!


Review Film Mekah I'm Coming


CERITA

Film 'Mekah I'm Coming' begitu dekat dengan keadaan masyarakat, mulai dari ditipu haji, main hakim sendiri, cinta datang tiba-tiba, hingga kawin lari, disajikan dengan detail dan menawan. Meskipun merakyat sampai ke kampung, namun ceritanya jauh dari kata murahan dan berkelas.


Film ini menyajikan komedi absurd yang receh dan bukan sekedar penghibur biasa. Komedinya bisa mengingatkan kita tentang keadaan masyarakat yang masih jauh dari kata modern, berpikir kritis, meskipun begitu masih mempertahankan tradisi yang ada.

Review Film Mekah I'm Coming 2020
Baca Sinopsis dan Review Film Mekah I’m Coming

Mengocok perut bukan karena jokesnya juga, namun kenaturalan dialog dan ekspresi para pemain. Meskipun semuanya tak bisa membuat penonton tertawa lebar-lebar, namun kehadirannya begitu mendominasi dan menawan.

Dimulai dari arak-arakan Pak Sholeh yang kacau lalu melompat kepada kisah Eddy yang ingin naik haji. Lalu, kita disuguhkan bagaimana kehidupan Eddy di Jakarta setelah ditipu dan akhirnya kembali lagi ke kampungnya. Konklusinya begitu unik dan jarang mengakhiri seperti ini, meski alurnya sudah terasa medioker dalam drama Indonesia.


AKTING DAN PERFORMA

Michelle Ziudith dan Rizky Nazar bisa tampil lebih cemerlang dan menarik perhatian lagi lewat karakter Eddy dan Eni. Walaupun dilihat jarang bersama, namun kemistrinya tetap terjaga dan akting keduanya tak pernah luntur.

Review Mekah I’m Coming, Sajian Komedi Seru dan Absurd
Review Mekah I’m Coming, Film Komedi yang Lucu dan Absurd

Sebagai Eddy, Rizky Nazar mampu memberikan rasa polos dan tidak bersalahnya karena ditipu agen lalu memberikan rasa jenakanya yang bisa menggaet hati penonton. Michelle Ziudith juga bisa tampil mencuri perhatian lewat ekspresi dan gestur tubuh yang aktif dan totalitas, menjadi Eni yang dirundung dalam kesedihan.


Hal yang bisa diapresiasi adalah logat Jawa yang bisa mereka kuasai dengan baik, seakan-akan benar-benar menjadi penduduk lokal disitu. Komedi ini juga tidak hampa karena diisi oleh banyak pemeran yang mampu membuat setiap adegannya tak pernah jatuh kharismanya.

Totos Rasiti dan Ria Irawan yang paling pecah disini, Ephy Sekuriti dan Jennifer Coppen sebagai pasangan manis yang memiliki sedikit screentime, Dwi Sasono dan Yusril Fahriza yang mungkin cukup disia-siakan karakternya, meskipun begitu semuanya ini memberikan warna tersendiri bagi film 'Mekah I'm Coming'. .


TEKNIS PENDUKUNG

Jeihan Angga untungnya bisa menyajikan film ini absurd tapi lucu. Debut penyutradaraan ini begitu indah dan dekat dalam menampilkan sebuah cerita lokal yang sering dialami oleh masyarakat Indonesia.

Semuanya ditampilkan dengan lucu dan sesuai dengan gaya Jeihan Angga yang santai namun meledak-ledak. Sinematografinya mungkin tak cukup memukau, penyuntingan gambarnya pun masih kurang rapi untuk dilihat.

Review Film Mekah I’m Coming, Sajian Komedi Seru dan Absurd
Ulasan Review Mekah I’m Coming

Transisinya sedikit kasar, namun semua itu terkalahkan oleh soundtrack dan scoringnya yang bikin hati ambyar...

Lagu Nasida Ria dan Didi Kempot yang sempat dimasukkan dalam film ini begitu menyayat hati dan sesekali menggaet hati penonton untuk membuatnya menari-nari. Tata artistik dan busana juga bisa berwarna-warni, walaupun terasa dalam kampungnya yang sederhana, masih bisa mengutamakan unsur estetika di dalamnya.


Demikian pembahasan sinopsis dan review film Mekah Im Coming. Kamu sudah nonton film Mekah Im Coming? Bagikan review dan rating kamu di komen bawah ya!


0 Response to "Review Film Mekah I’m Coming, Sajian Komedi Seru dan Absurd"

Posting Komentar