Review Film Girl on the Third Floor (2020), Horor Menakutkan Untuk Ditonton

Sindu
By -
0

Simak Review Film Girl on the Third Floor (2020) berikut ini!


Review Girl on the Third Floor - Terakhir kali menyaksikan dongeng rumah hantu, mereka hanya menjadikan rumah sebagai latar yang diatur hingga terlihat kuno & usang. Menonjolkan si penghuni sebagai sumber ketakutan dan alasan mengapa kita tidak ingin menetap di dalamnya.

Percaya atau tidak, Travis Stevens berhasil melepaskan diri dari stigma tersebut melalui Girl on the Third Floor.

Review Film Girl on the Third Floor (2020), Horor Menakutkan Untuk Ditonton
Baca Review Film Girl on the Third Floor (2020)

Rumahnya bercerita dan meneror dalam kemisteriusan yang membuatmu terus bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bersama CM Punk yang juga melakukan debut fantastis, Stevens memberi tenaga baru pada formula yang sudah mantap kedudukannya.

Film Girl on the Third Floor adalah kisah nyata yang didekonstruksi Travis ke dalam simbol-simbol penuh makna, dan disajikan dengan cara klasik nan menyenangkan. Rumah bergaya Victoria itu dibuat indah dan mencekam di saat yang bersamaan.

Fenomena-fenomena aneh pada strukturnya membuat saya ingin menelusuri lebih jauh meskipun memberi tekanan pada rasa takut.


Luka lama yang membuatnya bersifat mistik, bersiap untuk melayani para pendosa yang kisahnya bersinggungan dengan masa lalu mereka. Mengajarkan bahwa selalu ada konsekuensi dari tindakan yang kita lakukan.


Petualangan di dalam labirin busuk ini semakin menggigit dengan kehadiran karakter soliter dalam diri Don Koch yang karakterisasinya diwakili CM Punk dengan sangat baik.

Interaksinya dengan rumah & lingkungan di sekitar membuka tabir rahasia yang pada akhirnya membuat kita berhenti mengasihani.

Girl on the Third Floor review bahasa indonesia
Girl on the Third Floor review bahasa indonesia

Girl on the Third Floor memang memiliki pondasi yang kokoh di balik penampilannya yang menipu. Bagaimana Stevens bercerita dengan cara/teknis horor klasik 80-an pun menciptakan kenikmatan dalam menyaksikan lendir hingga lubang bobrok di dalamnya.

Saya suka bagaimana Stevens menyampaikan tujuan tanpa terlalu banyak mengandalkan horor yang klise pada materinya. Cerita yang menghadirkan banyak pemahaman ini juga dimotori dengan baik oleh karakter utamanya, meski tidak berinteraksi dengan luwes.

Penurunan intensitas ketegangan di akhir pun tak berjalan mulus karena alur yang tergesa-gesa bersama seorang karakter yang cukup asing bagi saya.


Demikian ulasan review film Girl on the Third Floor dalam bahasa Indonesia. Apakah kamu sudah menonton film ini? Berikan pendapatmu di kolom komentar....

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!