Review Film The Divine Fury (2019), Sajian Action Horror dan Fantasy yang Menakjubkan

Simak sinopsis dan ulasan film Korea The Divine Fury di bawah ini!

SinduLin - Pada kesempatan ini kami akan me-review film The Divine Fury. Film Korea garapan Kim Joo Hwan ini berkisah mengenai Yong-hu (Park) yang meninggalkan kepercayaan pada agama Kristennya. Dia lebih memilih untuk hanya percaya pada dirinya sendiri.

Ulasan dan sinopsis film The Divine Fury

Setelah tumbuh menjadi orang dewasa, Yong-hu menjadi petarung yang juara dan memiliki semua yang dia inginkan, sampai saat ketika muncul luka misterius di telapak tangannya.

Dia meminta bantuan dari pendeta lokal Pastor Ahn (Ahn), dan berharap dapat membantu membebaskannya dari luka menyakitkan dan membantu dirinya di tengah pertempuran berbahaya melawan kekuatan jahat dari dunia lain yang berusaha untuk mendatangkan malapetaka di dunia manusia.

Nah, bagi kamu yang ingin mengetahui seperti apa sih kualitas film The Divine Fury, yuk langsung saja disimak review film The Divine Fury di bawah ini!

Jangan lupa juga membaca rekomendasi film Korea terbaik bertema Perang.


Review The Divine Fury Bahasa Indonesia


Kim Joo-Hwan mengangkat tema keimanan dengan cara yang garang dan gelap lewat film The Divine Fury.

Dongengnya memang seperti menggabungkan banyak cerita bertema serupa, tetapi semesta yang dihadirkan memiliki banyak potensi menjanjikan untuk disimak.

Review The Divine Fury Bahasa Indonesia
Review The Divine Fury Bahasa Indonesia

Tak hanya menimbulkan perasaan ngeri pada alam bawah sadar, Park Seo-Joon akan membuatmu terpukau dengan tindak-tanduknya dan mengharu biru karena cerita ateismenya.

Kematian sang ayah membuat Park Yong-Hoo kehilangan kepercayaannya pada Tuhan. Bertahun-tahun ia hidup sebagai ateis pendendam, hingga suatu hari Tuhan memberi keajaiban yang merubah jalan hidupnya.

Meski konsepnya tidak bisa dikatakan orisinal, Kim Joo-Hwan menyatukan kepingan-kepingan tersebut dengan sangat baik. Rasanya seperti menyaksikan Constantine beraksi layaknya Blade dalam semesta the Conjuring.

Beberapa referensi baru yang dihadirkan pun menjadi daya pikat untuk cerita maupun karakter-karakter di dalamnya. Penggunaannya juga membuat dongeng fantasi ini terasa nyata untuk saya.

Baca juga: Review Film Teman Tapi Menikah 2


Yong-Hoo memang menarik perhatian dengan kekuatan dan sikapnya. Kehadiran Pendeta Ahn di sampingnya menciptakan pengembangan karakter yang super hangat lewat chemistry selayaknya hubungan ayah dan anak.

Di sini, latar belakang Yong-Hoo sangat berperan dalam menimbulkan kesan tersebut. Bahkan saya hampir menangis di pembukaan ceritanya. Di sisi lain, antagonis Ji-Shin juga tak kalah mengagumkan dengan kekejamannya.

Review Film The Divine Fury (2019), Sajian Action Horror dan Fantasy yang Menakjubkan
Sinopsis dan Review Film The Divine Fury (2019)

Sayang, karakter ini tak mendapat latar belakang yang bagus sehingga saya tidak bisa merasakan emosinya.

Tak hanya ceritanya saja yang menarik. Teknis kamera, editing, hingga pengejutnya pun terasa segar dan mengagumkan.

Scoring yang digunakan tidak berlebihan, bahkan terasa sangat efisien di beberapa kesempatan. Rasanya seperti Kim Joo-Hwan mengajakmu melihat dunia yang berdampingan, tetapi sulit untuk diketahui dan dirasakan. Melihat betapa mengerikannya perbuatan Iblis yang dapat dilakukan pada manusia.

Pada akhirnya iman menjadi penentu keberhasilan atas sumpah yang diucap Iblis saat menolak bersujud kepada Adam.

Tag: download film the divine fury drakorindo sub indo, sinopsis film korea the divine fury review Indonesia, pemeran dan penjelasan ending film the divine fury bagus atau tidak, full movie dan pendapat kritikus serta pendapatan box office korea.

Demikian ulasan film The Divine Fury dalam bahasa Indonesia. Apakah kamu sudah menonton film ini? Berikan juga pendapat, rating dan review kamu di kolom komentar!


1 Response to "Review Film The Divine Fury (2019), Sajian Action Horror dan Fantasy yang Menakjubkan"

  1. Review Film Divine Fury Indonesia

    Pengusiran setan merupakan salah satu genre film yang paling saya suka. Untuk sebuah film korea, film bukanlah hal baru. Banyak film seri yang membahas pengusiran setan, The Guest, The Priest, dan masih banyak lagi (memang gw sendiri penyuka drakor, dan karena alasan itu, saya bilang film P***e ceritanya biasa aja), balik lagi ke ulasan, film ini diperankan oleh aktor Park Seo joon dan Ahn Jung Ki, sebagai karakter utama, dan Park Seo Joon membuat cewek-cewek tergila-gila (padahal mah 11/12 lah sama gw :D). Kedua aktor tersebut menjadi sebuah duo yang memiliki chemistry yang sangat baik, aktor Ahn Jung Ki juga bisa di bilang veteran dalam berakting.

    Film ini sangat terlihat jelas ingin menjadi sebuah pondasi, untuk kelanjutan filmnya, dengan pengenalan karakter utama yang cukup panjang dan pengenalan iblis yang akan menjadi lawan dari Yong Hu. Tensi film pun mulai terasa pada saat dimulainya rentetan adegan "exorcism". Disinilah yang berbeda dengan film "exorcism" lainnya, difilm ini iblis memiliki kekuatan yang sangat besar untuk melukai bahkan mengangkat pastur Ahn tanpa menyentuh.

    Film pun berjalan seru, dengan kemampuan bertarung Yong Hu, yang memang seorang atlit MMA. Bisa dibilang premis film ini juga menarik, seorang anak kecil yang sebelumnya percaya dengan Tuhan, namun karena suatu kejadian, anak kecil tersebut sangat benci dengan Tuhan. Bisa dibilang film ini lebih melekat dengan kristen atau pun katholik, namun film ini bisa dibilang film untuk semua agama dan apapun agamanya tetap, Tuhan itu hanya satu.

    Suasana yang dibangun di film ini juga baik, mulai dari keadaan tenang dan tiba-tiba iblis nya menjadi agresif. Semua nilai positif film ini, semua ada di cerita, visual, dan semua itu tidak lepas dari pengaruh sutradara Kim Joo hwan.

    Terlihat sekali film ini memiliki kekurangan dalam CGi tapi, film ini mampu mengakali kekurangannya dengan lebih sering menampilkan kondisi pada saat malam dan gelap untuk menutupi kekurangannya tersebut. Good job untuk ini. Memang Industri film Korea sangat berkembang akhir-akhir ini.

    BalasHapus