Teori dan Pengertian Komunikasi: Fungsi, Jenis dan Bentuk Komunikasi Manusia

Sindu
By -
0

Apa itu Komunikasi?

Mungkin tidak kita sadari, sejak bangun tidur hingga tidur lagi kita selalu terlibat dalam kegiatan komunikasi. Pagi-pagi kita dibangunkan orang lain atau alarm dari handphone, lalu menjawab panggilan telepon atau membaca SMS, membaca koran, menonton televisi, bercakap-cakap dengan teman, mendengarkan radio, atau membaca modul ini saat menjelang tidur. Memang tidak seorang manusia pun yang tidak berkomunikasi dalam kehidupannya.

Kita bisa membayangkan, bagaimana jadinya kehidupan manusia bila manusia tidak berkomunikasi. Orang tak bisa menyatakan keinginannya, tidak pula bisa memenuhi kebutuhannya. Tidak pula manusia akan bisa mengetahui apa yang terjadi di lingkungannya. Karena itu, sering dinyatakan bahwa salah satu ciri manusia adalah berkomunikasi sehingga manusia dinamakan makhluk yang berkomunikasi.

Dalam kegiatan komunikasi itu,pada dasarnya ada 4 kegiatan pokok, yaitu (a) berbicara, (b) mendengarkan, (c) membaca, dan (d) menulis.

Keempat kegiatan tersebut biasanya dikategorikan menjadi dua bentuk komunikasi yaitu komunikasi lisan dan komunikasi tertulis.

pengertian komunikasi adalah

Kegiatan komunikasi lisan adalah kegiatan komunikasi yang tertua dalam sejarah peradaban manusia. Karena kegiatan komunikasi tertulis baru dilakukan manusia setelah manusia mengenal huruf.

Kita bisa membayangkan, mereka yang buta huruf, hingga kini masih mengandalkan komunikasi lisan dalam kehidupannya. Berbeda halnya dengan mereka yang melek huruf, kegiatan komunikasi tertulis, merupakan bagian penting dalam kehidupannya.

 

Pengertian Komunikasi

Sering kali, saat diminta merumuskan pengertian sesuatu yang sering kita lakukan, kita mengalami kesulitan. Kita bisa memperoleh pengertian yang sama banyaknya dengan jumlah orang yang merumuskan pengertian sesuatu. Bisa kita ambil misal pengertian berbicara atau membaca. Kita pasti akan mendapatkan banyak pengertian bila kita meminta rekan-rekan kita untuk merumuskan pengertian berbicara atau membaca.

Bahkan mungkin akan menemukan orang yang menjawab, untuk apa membuat pengertian berbicara atau membaca, toh kita sudah bisa dan biasa berbicara dan membaca meski tidak bisa membuat rumusan pengertiannya. Sebagian lagi mungkin akan menyatakan, “Saya paham apa yang dimaksud dengan berbicara atau membaca itu, tapi saya tidak bisa merumuskannya dalam kata-kata.”

Tampaknya begitu juga halnya dengan pengertian komunikasi. Karena kita setiap hari berkomunikasi, maka kita pun merasa tak perlu untuk merumuskan definisi atau pengertian komunikasi. Rumusan pengertian biasanya dibuat untuk membantu pemahaman. Untuk apa membuat rumusan pengertian untuk sesuatu yang sudah kita pahami bahkan biasa kita lakukan sehari-hari?

Baca juga: Tesis Seni dan Agama Menurut Adorno Theodor

Pertanyaannya kini, benarkah kita memahami komunikasi manusia? Benarkah kita bisa menjelaskan proses komunikasi yang berlangsung dalam interaksi antarsesama manusia? Bila kita sudah memahami komunikasi manusia, tentu akan sangat mudah bagi kita untuk melakukan komunikasi yang efektif, yaitu komunikasi yang mampu membawa kita pada tujuan komunikasi. 

Nyatanya, kita bisa melihat berapa banyak kegagalan komunikasi, termasuk komunikasi yang dilakukan para profesional sekalipun. Kita lihat ada iklan, sebagai salah satu bentuk komunikasi, ternyata tak berdampak pada pemasaran dan penjualan produk. Kita pun melihat, banyak pria yang gagal mengkomunikasikan rasa cintanya pada gadis idamannya.

Karena berkomunikasi itu ternyata tidak semudah yang dibayangkan, maka orang mempelajari komunikasi manusia.

Dalam mempelajari komunikasi manusia itu, gerbang utama yang perlu dilalui adalah pemahaman atas konsep-konsep dasar komunikasi. Konsep dasar komunikasi tersebut, akan dipengaruhi oleh bagaimana kita merumuskan pengertian komunikasi karena dalam rumusan tersebut tentu akan ada komponen-komponen atau unsur-unsur komunikasi. Konsep dasar itu menjelaskan unsur-unsur atau komponen-komponen komunikasi tersebut.

 

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Fiske (2004: 8-9) melihat setidaknya ada dua aliran utama (mazhab) ahli komunikasi dalam merumuskan pengertian komunikasi. Pertama, ahli komunikasi yang merumuskan komunikasi adalah sebagai penyampaian atau transmisi pesan yang kemudian disebut sebagai “mazhab proses”. Kedua, ahli komunikasi yang melihat komunikasi sebagai pembuatan dan pertukaran makna yang disebut sebagai “mazhab semiotika”.

Sedangkan Deddy Mulyana (2005a: 61) menyebutkan adanya tiga kerangka pemahaman atas komunikasi, yaitu (a) komunikasi sebagai tindakan satu arah, (b) komunikasi sebagai interaksi, dan (c) komunikasi sebagai transaksi. Komunikasi sebagai tindakan satu arah melihat komunikasi sebagai penyampaian pesan (informasi) dari seseorang/lembaga kepada orang lain.

Komunikasi sebagai interaksi menunjukkan komunikasi sebagai proses sebab-akibat atau aksi-reaksi yang arahnya bergantian. Sedangkan komunikasi sebagai transaksi memandang komunikasi sebagai proses personal karena makna atau pemahaman kita atas apa yang kita peroleh sebenarnya bersifat pribadi.

 

Pengertian Komunikasi Menurut Harold D. Lasswell

Kita pun bisa mendapatkan pengertian komunikasi dari salah seorang ahli komunikasi yaitu Harold D. Lasswell, yang dikenal dengan model Lasswell-nya (lihat, Fiske, 2004: 46). Lasswell merumuskan komunikasi dengan pernyataan dalam bentuk pertanyaan seperti berikut:

 

Who

 

Says what

 

In which channel

 

To whom

 

With what effect

 

Apa yang dijelaskan Lasswell itu pada dasarnya juga menunjukkan komponen-komponen komunikasi, yaitu (a) siapa yang berkomunikasi atau biasa dinamakan sumber komunikasi/komunikator, (b) menyatakan apa (pesan/isi komunikasi/informasi yang disampaikan), (c) dengan saluran mana (media yang digunakan), (d) pada siapa (penerima/komunikan), dan (e) dengan efek apa.

Apa yang dikemukakan Lasswell tersebut, dilengkapi dengan apa yang dikembangkan oleh Shannon dan Wever yang menyebutkan adanya gangguan dalam proses penyampaian pesan dari pemberi/komunikator pada komunikan/penerima.

Gangguan tersebut bisa bersifat teknis, bisa juga bersifat psikologis. Ada juga yang menyebut gangguan bahasa (semantis). Sekarang, kita perhatikan apa yang dikemukakan Shannon dan Weaver dalam gambar berikut ini.

Pengertian Komunikasi Menurut Harold D. Lasswell


Sesungguhnya antara Model Lasswell dan Model Shannon dan Weaver ini tidak jauh berbeda, karena pada prinsipnya sama. Perbedaan yang ada hanya karena Shannon dan Weaver ini merupakan insinyur yang bekerja di Bell Laboratories sehingga proses komunikasi yang digambarkannya bersifat mekanis.

Pada Gambar 1.1. itu, sumber informasi (komunikator) menyampaikan pesan melalui transmiter (media) yang kemudian diubah ke dalam sinyal elektromagnetik yang kemudian diterima pesannya melalui pesawat penerima sejauh tidak terjadi gangguan sehingga pesan bisa sampai pada penerima (komunikan).

Berdasarkan uraian di atas, kita bisa mengutip Everette M. Roger (dalam Mulyana, 2005a: 62) bahwa komunikasi adalah “proses di mana satu ide dialihkan dari sumber kepada seorang penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”.

Definisi tersebut menggambarkan proses sekaligus tujuan dari proses tersebut, yang dalam ungkapan Lasswell dinamakan sebagai efek. Mulyana (2005a: 69) sendiri, setelah menguraikan berbagai definisi komunikasi kemudian menjelaskan bahwa komunikasi disebut proses karena merupakan kegiatan yang ditandai dengan tindakan, perubahan, pertukaran dan perpindahan.

Baca juga: Mengapa Perlu Mempelajari Organisasi dan Manejemen?

Kita pun bisa merumuskan komunikasi dengan cara kita sesuai dengan tujuan pembelajaran mata kuliah ini. Komunikasi bisa kita rumuskan sebagai proses pertukaran pesan di antara manusia untuk mencapai saling pengertian atau mengubah sikap, pendapat dan perilaku orang yang kita ajak berkomunikasi.

Sedangkan pertukaran pesannya bisa menggunakan pesan verbal atau melakukan komunikasi verbal yaitu komunikasi dengan kata-kata. Bisa juga komunikasinya menggunakan pesan-pesan nonverbal yaitu segala tindakan dan unsur di luar kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi seperti mimik wajah, intonasi, gambar, simbol, dan bahasa tubuh. Di samping itu, komunikasi bisa dilakukan secara langsung atau tatap muka bisa juga melalui media.


Bagaimana proses Komunikasi Berlangsung?

Dari pengertian komunikasi yang sudah dibahas, kini kita sudah bisa mengetahui komponen-komponen yang ada dalam komunikasi sebagai sebuah proses.

Tentu saja, proses tersebut tidaklah berlangsung di ruang hampa udara, melainkan berlangsung dalam konteks tertentu. Ada banyak konteks komunikasi tersebut, misalnya dalam konteks organisasi bisnis atau dalam konteks bisnis. Apa yang akan kita pelajari melalui mata kuliah ini tidak lain merupakan komunikasi dalam konteks organisasi dan bisnis.

Kita bisa menambahkan gambar lingkaran yang menunjukkan konteks komunikasi pada Gambar 1.1. Model Komunikasi Shannon dan Weaver. Penambahan tersebut membuat gambar tersebut menjadi seperti berikut ini.

Proses Komunikasi: Konteks, Model dan Komponen Komunikasi



Tentu saja konteks tersebut adakalanya tidak bersifat tunggal seperti konteks organisasi saja atau bisnis saja. Bisa juga konteksnya banyak. Sebutlah sebagai tambahan konteks budaya.

Maka dalam komunikasi yang berkonteks bisnis itu akan ada juga konteks budayanya. Karena bagaimana pun, kegiatan komunikasi dan bisnis itu akan berlangsung dalam ruang budaya tertentu. Dalam budaya itu akan ada sistem kognitif (atau sistem pengetahuan), sistem etik atau nilai-nilai dan sistem estetik atau konsep tentang keindahan.


Konteks Komunikasi Menurut Para Ahli

Lantas, apa yang dimaksud dengan konteks komunikasi? Mulyana (2005a: 69-70) menjelaskan konteks komunikasi adalah semua faktor yang berada di luar orang yang berkomunikasi.

Faktor-faktor tersebut oleh Mulyana dikelompokkan menjadi (a) fisik seperti cuaca, suhu udara, dan warna dinding; (b) psikologis, seperti sikap, kecenderungan dan prasangka; (c)  sosial, seperti norma kelompok dan nilai sosial, dan (d) waktu, yaitu saat komunikasi berlangsung


Model Komunikasi David K. Berlo

Kita bisa melihat model komunikasi yang lain, yang secara tak langsung sesungguhnya juga menunjukkan konteks komunikasi yaitu Model S-C-M-R dari David K. Berlo. Kita perhatikan gambar berikut ini.

Model Komunikasi David K. Berlo

Berlo menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi komunikator (sumber) dan komunikasi (penerima) yaitu keterampilan komunikasi, sikap, pengetahuan, sistem sosial dan budaya.

Sedangkan pesannya sendiri dikembangkan berdasarkan elemen pesan, struktur pesan, isi pesan, perlakuan (treatment) pesan dan kode pesan. Sedangkan saluran yang dipergunakan dalam komunikasi akan berkaitan dengan pancaindra kita. Dalam model tersebut, dikemukakan pengaruh pada sumber dan komunikan yang bisa menjadi konteks komunikasi.

Dari model tersebut kita bisa melihat bagaimana, misalnya, keterampilan komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam proses komunikasi. Keterampilan komunikasi inilah yang antara lain mendorong manusia mempelajari komunikasi.

Dengan memiliki keterampilan komunikasi kita bisa melakukan komunikasi yang efektif. Selain itu, hal lain yang penting kita perhatikan adalah bagaimana pesan yang kita buat itu mengikuti struktur tertentu, misalnya. Apa yang dikemukakan Berlo ini penting kita kuasai untuk memahami praktik komunikasi bisnis yang akan kita pelajari pada modul-modul berikutnya.

 

Model Komunikasi Gudykunst dan Kim

Sekarang, kita berkenalan lagi dengan model berikutnya yaitu Model Gudykunst dan Kim. Model ini menyebutkan adanya pengaruh kultural, sosiokultural dan psikokultural pada proses komunikasi. Selain itu, model ini menyebutkan adanya umpan-balik (feedback) dalam komunikasi. 

Berarti model ini membawa kita pada komponen dalam proses komunikasi yang tidak disebutkan sebelumnya misalnya dalam Model Lasswell atau Berlo. Sebelum beranjak lebih jauh, kita simak dulu Gambar 1.4. berikut.

proses komunikasi adalah

Model Gudykunst dan Kim ini pun menegaskan adanya pengaruh lingkungan yang mempengaruhi proses komunikasi yang berlangsung. Ini berarti menegaskan kembali apa yang kita pelajari sebelumnya bahwa komunikasi manusia itu tidak berlangsung di ruang hampa.

Akan ada pengaruh lingkungan terhadap kegiatan komunikasi manusia. Karena itu, saat kita mempelajari proses komunikasi manusia maka lingkungan menjadi salah satu faktor yang penting kita perhatikan.

Selain itu, Gudykunst dan Kim menggambarkan lingkaran dengan menggunakan garis yang terputus-putus yang menunjukkan masing-masing pengaruh dalam lingkaran tersebut tidak berdiri sendiri. Pengaruh kultural akan mempengaruhi juga pada pengaruh sosiokultural dan psikokultural.

Baca juga: Jenis-jenis Statistika

Artinya, dunia sosial kita atau biasa dinamakan dunia objektif kita dipengaruhi kultur dan begitu juga halnya dengan dunia batin kita atau dunia subjektif kita juga dipengaruhi budaya. Kemudian kedua hal tersebut juga mempengaruhi budaya.

Hal penting yang dikemukakan pada proses komunikasi dalam Model Gudykunst dan Kim adalah adanya encoding (penyandian) dan decoding (penyandi-balikan).

Kedua istilah ini menggambarkan proses perubahan dari pikiran, perasaan atau gagasan yang ada dalam benak kita ubah ke dalam kode komunikasi yang biasanya berupa bahasa atau simbol nonverbal dan sebaliknya untuk decoding. Dengan mengubah apa yang ada dalam benak kita ke dalam kode-kode komunikasi sehingga tersusun pesan maka komunikasi bisa berlangsung.

Apa yang Anda baca ini merupakan hasil encoding dari apa yang ada dalam benak penulis modul. Apa yang ada dalam benak penulis modul ini di-encode ke dalam kode komunikasi yaitu bahasa tulis (verbal) dan bahasa visual (non-verbal).

Maka modul ini kemudian berisikan sederetan kalimat dan sejumlah gambar sehingga maknanya bisa dipahami. Kemudian saat Anda mempelajari modul ini, Anda melakukan decoding yaitu mengubah kode komunikasi tadi menjadi “bahasa” pikiran Anda. Bagi banyak ahli komunikasi, encoding dan decoding ini merupakan bagian penting dalam proses komunikasi.

 

Umpan Balik dalam Proses Komunikasi

Dalam proses komunikasi pun, biasanya muncul umpan-balik. Bayangkan Anda sedang berbicara dengan teman Anda. Anda begitu bersemangat menceritakan pengalaman Anda berlibur, namun respon teman Anda ternyata dingin saja. Mimik wajahnya sedikit pun tak menunjukkan ketertarikan pada kisah Anda. Itu merupakan umpan-balik dari lawan nkomunikasi kita. 

Umpan-balik itu biasanya dipergunakan untuk menilai atau mengevaluasi keberhasilan komunikasi. Umpan-balik juga dipergunakan untuk mengubah teknik, isi pesan atau gaya komunikasi. Misalnya, setelah Anda melihat respon yang dingin dari teman Anda kemudian Anda mengalihkan topik perbincangan menjadi soal pertandingan sepak bola di Liga Inggris karena Anda tahu baik Anda maupun teman Anda sama-sama menyukai pertandingan sepak bola Liga Inggris.

 

Komponen dalam Proses Komunikasi

Dengan demikian, kita bisa menyimpulkan komponen-komponen dalam proses komunikasi yaitu:

1.       Komunikator, yang di dalamnya mencakup faktor-faktor seperti keterampilan komunikasi, sikap, pengetahuan dan sistem sosial serta pengaruh kultural, sosiokultural dan psikokultural.

2.       Pesan, yang disusun dengan elemen, isi, struktur tertentu yang merupakan hasil transformasi dari pikiran/gagasan/perasaan dalam proses encoding yang dilakukan komunikator yang kemudian di-decode oleh komunikan.

3.       Media atau saluran komunikasi yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan yang diserap melalui pancaindra.

4.       Komunikan, yang di dalamnya terkandung faktor-faktor seperti yang ada pada komunikator.

5.   Efek, yang merupakan akibat yang ditimbulkan dari kegiatan komunikasi yang biasanya dirumuskan sebagai perubahan atau peneguhan sikap, pendapat dan perilaku. Efek pun adakalanya juga disebut sebagai tujuan komunikasi atau untuk menunjukkan keberhasilan komunikasi.

6.  Umpan-balik, merupakan respons komunikasi selama proses komunikasi berlangsung yang bisa mengubah pesan komunikasi, media komunikasi atau komunikator.

7.     Gangguan komunikasi, gangguan yang dipandang membuat komunikasi tidak efektif. Gangguan komunikasi ini bisa berupa gangguan psikologis, gangguan fisik atau gangguan semantik dan gangguan mekanis.

8.       Lingkungan, merupakan pemberi pengaruh pada proses komunikasi manusia karena proses komunikasi tidak berlangsung di ruang hampa.


Mengapa manusia berkomunikasi? 

Apa sih fungsi dan tujuan komunikasi?

Barangkali, dalam soal komunikasi, perhatian kita lebih tertuju pada “bagaimana berkomunikasi” dibandingkan dengan “mengapa berkomunikasi”. 

Banyak orang yang belajar, dengan mengikuti pelatihan atau membaca buku tentang “bagaimana berkomunikasi” karena ada kebutuhan untuk bisa melakukan komunikasi secara efektif. 

Buku-buku cara melakukan sesuatu, termasuk cara berkomunikasi, cara berbicara di depan publik atau cara melakukan presentasi banyak ditulis dan dibaca manusia. Karena memang kita merasakan ada kebutuhan untuk bisa berkomunikasi secara efektif.

Fungsi dan Tujuan Komunikasi Manusia – Sebuah Teori
Fungsi dan Tujuan Komunikasi yang dilakukan manusia

Namun demikian, penting juga bagi kita sebenarnya untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita berkomunikasi”. 

Jawaban atas pertanyaan ini bisa dikategorikan menjadi (a) fungsi komunikasi dan (b) tujuan komunikasi. 

Artinya, kita bisa memperoleh jawaban pertanyaan tersebut dengan melihat apa fungsi komunikasi dalam kehidupan manusia dan apa tujuan manusia berkomunikasi.

Kita memulai penjelajahan kita mengenai “mengapa manusia berkomunikasi” dengan memahami terlebih dulu kebutuhan komunikasi manusia. Kita bisa bertanya, mengapa manusia membutuhkan komunikasi?


Kebutuhan Komunikasi Manusia Menurut Dimbleby dan Burton

Dimbleby dan Burton (1985: 10-12) memberikan daftar kebutuhan komunikasi manusia, yaitu:

1. Untuk mempertahankan hidup (survival). Kita bisa mengambil contoh saat orang lapar atau haus kemudian meminta makanan atau saat orang berobat ke dokter menyatakan keluhan penyakitnya.

2. Kerja sama. Di mana pun manusia membutuhkan orang lain, sehingga manusia akan bekerja sama dengan manusia lain dan komunikasi menjadi jembatan untuk menjalin kerja sama itu.

3. Personal. Setiap manusiakan membutuhkan untuk mengkomunikasikan dirinya. Misalnya dengan menggunakan bahasa tubuh untuk menunjukkan siapa dirinya melalui apa yang dipakainya atau buku yang dibacanya. Manusia pun terkadang membutuhkan menuliskan apa yang dialaminya dalam buku hariannya.

4. Sosial. Sebagai manusia tentu kita akan terlibat bersama orang lain dalam kehidupan sosial kita. Kita berkomunikasi dengan orang lain seperti mengemukakan gagasan atau memberikan sumbangan pemikiran atas satu persoalan kemasyarakatan.

Baca juga: Pengertian Komunikasi: Definisi, Unsur dan Tujuan Manusia Berkomunikasi

5. Praktis. Kita pun terlibat dalam kegiatan-kegiatan praktis, seperti kegiatan bisnis. Kegiatan praktis tersebut pada dasarnya kita lakukan untuk menjaga agar masyarakat kita bisa berjalan dengan baik.

6. Ekonomis. Kita pun membutuhkan komunikasi karena kepentingan ekonomis seperti melakukan promosi atau memasang iklan di media massa.

7. Informasi. Kita membutuhkan komunikasi untuk mendapatkan informasi mengenai dunia sekeliling kita.

8. Bermain. Komunikasi pun kita butuhkan antara lain untuk bermain-main. Ada banyak permainan yang bisa kita lakukan dengan menggunakan komunikasi seperti tebak-tebakan. Termasuk ke dalam fungsi ini adalah bercanda, melucu atau menuturkan cerita lucu.


Fungsi Komunikasi Menurut Rudolph  Verderber dan William Gorden

Sedangkan Rudolph F. Verderber (dalam Mulyana 2005a: 4) menyebut fungsi komunikasi itu adalah 

(a) fungsi sosial, yaitu untuk tujuan kesenangan, untuk menunjukkan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan, dan 

(b) fungsi pengambilan keputusan yaitu memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada saat tertentu. 

Sedangkan William I. Gorden (dalam Mulyana, 2005a: 5) menyebutkan fungsi komunikasi itu adalah 

(a) komunikasi sosial, 

(b) komu-nikasi ekspresif, 

(c) komunikasi ritual, dan 

(d) komunikasi instrumental. 

Satu hal penting yang dikemukakan Gorden mengenai fungsi-fungsi komunikasi tersebut adalah tidak saling meniadakan sehingga fungsi satu peristiwa komunikasi tidak saling independen melainkan berkaitan dengan fungsi-fungsi yang lain, meski ada satu fungsi yang lebih dominan.


Tujuan Komunikasi

Kini kita memasuki pembahasan tentang tujuan komunikasi. Kita kembali pada Dimbleby dan Burton. Dengan mengacu pada kebutuhan komunikasi tadi, Dimbleby dan Burton (1985: 16) menyebutkan bahwa tujuan komunikasi manusia adalah (a) informasi, (b) hubungan (relasi), persuasi, (d) kekuasaan, (e) pengambilan keputusan, dan (f) ekspresi diri. 

Sedangkan menurut Gordon I. Zimmerman (dalam Mulyana, 2005a: 4) tujuan komunikasi manusia itu bisa dibagi ke dalam dua kategori utama. 

Pertama, kita berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas penting bagi kebutuhan kita Kedua, kita berkomunikasi untuk membangun dan memupuk hubungan dengan orang lain. 

Kedua tujuan tersebut, selanjutnya dijelaskan Mulyana (2005a: 4) menunjukkan bahwa komunikasi memiliki fungsi isi yang melibatkan pertukaran informasi yang kita perlukan untuk menyelesaikan tugas dan fungsi hubungan yang melibatkan pertukaran informasi tentang bagaimana hubungan kita dengan orang lain. 

Namun yang cukup populer, tujuan komunikasi biasanya dirumuskan: (a) meng-informasikan, (b) mendidik, (c) menghibur, dan (d) mempengaruhi.


Kesimpulan

Sekarang kita sudah memiliki gambaran mengapa manusia berkomunikasi. Secara ringkas, manusia berkomunikasi karena manusia memang membutuhkan komunikasi itu untuk membangun dan mengembangkan relasi dengan orang lain yang dibangun melalui pesan (isi/informasi) yang disampaikan melalui tindakan komunikasi. 

Akan halnya komunikasi bisnis yang akan kita dalami melalui mata kuliah ini, merupakan salah satu wujud dari alasan manusia berkomunikasi. Melalui komunikasi bisnis manusia membangun dan mengembangkan hubungan dengan sesamanya untuk mencapai tujuan-tujuan bisnis.

Melalui komunikasi tersebut, manusia membangun kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Melalui komunikasi tersebut, bisa juga, satu organisasi bisnis melakukan komunikasi persuasif (bujukan) untuk mempengaruhi lawan komunikasinya sehingga bisa mengubah pendapat, pengetahuan, sikap dan perilaku lawan komunikasinya. 

Dengan demikian, organisasi bisnis bisa melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk pencapaian tujuan organisasi.

Tag: fungsi komunikasi antar manusia, apa tujuan dilakukannya komunikasi? Komunikasi adalah kegiatan...

Nah, itu dia sedikit pembahasan mengenai pengertian komunikasi dan  fungsi komunikasi yang dilakukan oleh manusia menurut para ahli. Ketahui lebih banyak tentang Ilmu Komunikasi dengan membaca artikel selanjutnya. Baca juga: Konteks dan Proses Terjadinya Komunikasi

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!