Review Film Mantan Manten (2019), Kisah Perempuan Tangguh dan Liku Hidupnya

Yuk simak review film Indonesia Mantan Manten berikut ini!

Setelah sebelumnya kami me-review film Underwater (2020), kali ini kami akan me-review film Indonesia terbaru tahun 2019 berjudul Mantan Manten. Film Indonesia tersebut merupakan karya terbaru Farishad Latjuba yang dibuat berdasarkan scenario dari Farishad Latjuba dan Jenny Jusuf.

Review Film Mantan Manten (2019)

Review Mantan Manten (2019)


Kira-kira bagus tidak ya film Mantan Manten ini? Jika kamu penasaran, yuk kita langsung simak pembahasan review film Mantan Manten di bawah ini!


Sinopsis Film Mantan Manten (2019)


Tanggal rilis: 4 April 2019 (Indonesia)
Sutradara: Farishad Latjuba
Musik: Windra Benyamin
Nominasi: Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik, LAINNYA
Skenario: Farishad Latjuba, Jenny Jusuf

Sinopsis:

Yasnina, seorang manajer investasi yang jatuh melarat karena dikhianati oleh Iskandar dan dicampakkan oleh Surya.

Tak memiliki apa-apa, Yasnina diingatkan oleh Ardy masalah vila yang tak disita, namun telah ditinggali oleh seorang dukun manten bernama Bu Marjanti.

Yasnina memperjuangkan vila itu dengan syarat harus menuruti Bu Marjanti untuk belajar menjadi seorang paés.


Review Film Mantan Manten (2019)


CERITA

Mengangkat tema paés atau dukun pengantin, 'Mantan Manten' mungkin menjadi film dengan tema yang menarik untuk diulik. Namun, eksekusinya yang tipikal menjadikan 1 jam pertamanya terasa biasa saja. Sakit, namun tak bisa menyampaikan rasa itu secara keseluruhan.


Sinopsis dan Review Mantan Manten
Sinopsis dan Review Mantan Manten

Yasnina yang tiba-tiba jatuh pada kemelaratan karena dikhianati atasannya, harus mengambil hak miliknya yaitu sebuah vila yang ditinggali oleh seorang paés bernama Bu Marjanti. Pembawaan cerita yang tipikal, namun lama kelamaan membangun konflik yang mudah ditebak.

Untungnya, 30 menit terakhir menjadi bagian yang paling menyentuh dan mengesankan dalam film ini, karena menawarkan hubungan Yasnina dan Budhe Marjanti yang hangat.

Sebenarnya romansanya canggung dan kurang memuaskan karena naskahnya yang tak begitu solid menjadikan hubungan antar dua insan mengambang.


Ingin memasukkan unsur komedi, namun sayangnya tak bisa menghibur, sekalipun oleh Dodit Mulyanto yang kehadirannya begitu minim, padahal potensial.

Hal yang paling mengganggu adalah naskahnya juga yang ingin terasa modern dan membumi dalam satu waktu.

Dengan penggunaan bahasa Inggris yang berlebihan, apalagi pronunciation-nya sedikit rusak menambah unsur cringe dalam film ini.

Pada akhirnya, film 'Mantan Manten' mempunyai cerita yang sangat potensial, namun dilucuti oleh naskahnya yang tak solid dan labil. Romansanya tak berjalan dengan baik karena dibawakan secara canggung, apalagi disisipkan komedi dan kata-kata bijak yang benar-benar tak menyentuh.


AKTING DAN PERFORMA

Atiqah Hasiholan berhasil menggaet perasaan penonton. Dialah yang paling emosional, membawa cerita ini menjadi meledak-ledak.

Walaupun kadang salah penempatan ekspresi dan labil dalam karakternya, parasnya yang cantik tetap mendukung cerita ini menjadi drama yang cukup berkualitas, tetapi tanpa pasangannya, Arifin Putra.

Arifin Putra terlihat sedikit kaku, namun juga kadang kebingungan dalam beberapa adegan. Kemistrinya dengan Hasiholan bahkan terasa kosong dan tak ada romantis-romantisnya. Penyelamat film ini yang sesungguhnya adalah Tutie Kirana.


Tutie Kirana berhasil menjadi role model dalam film ini yang ramah dan menginspirasi. Kelembutan hati dan keteguhan dirinya membuat kata-katanya selalu bermakna bagi kehidupan manusia. Tak ada yang sia-sia, aktingnya pun begitu totalitas.

Pemeran pendukung lainnya cukup menambah keseruan cerita, walaupun jatuhnya klise dan ada yang terasa sia-sia kehadirannya seperti Dodit Mulyanto dan Marthino Lio yang kosong tujuannya.


TEKNIS PENDUKUNG

Teknikal Farishad Latjuba memang cukup indah dan mengesankan bagi film lokal seperti ini. Awalnya terasa standar, namun lama-kelamaan dengan adegan yang dibuat semakin cantik.

Review Film Mantan Manten (2019), Kisah Perempuan Tangguh dan Liku Hidupnya

Sinematografinya cukup bermakna dan emosional dalam beberapa adegan, sudah bisa membawa penonton pada perasaan yang campur aduk.

Soundtrack dan scoring yang klasik dan indie cukup tak relevan, tetapi masih memainkan perasaan penonton.

Tata artistik dirancang semewah dan sesederhana mungkin agar mendapat feel Yasnina dalam dua kondisi yang bertolak belakang.

Dari film ini, kita diajarkan tata busana dan rias Jawa yang tradisional dan dengannya membuat kita lebih bangga. Penyuntingan labirin yang apik juga memberikan kesan tersendiri bagi film ini.

Tag: ulasan review mantan manten, sinopsis dan pemeran (cast) serta nonton download film terbaru Indonesia 2019. Fakta di balik film dan daftar pemeran, jumlah penonton film mantan manten.

Demikian sedikit ulasan review film Mantan Manten. Kamu sudah nonton film Mantan Manten? Bagikan review dan rating kamu di komen bawah yaa!


0 Response to "Review Film Mantan Manten (2019), Kisah Perempuan Tangguh dan Liku Hidupnya"

Posting Komentar